Langsung ke konten utama

Enam Tersangka Judi Sie Jie di Tangkap di Dua Lokasit Berbeda


Tanjungpinang - Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tanjungpinang menciduk enam tersangka judi sijie dari dua lokasi yang berbeda di Tanjungpinang.
Foto Koran Bekas

Keenam tersangka ditangkap saat melakukan penjualan judi Sijie dan kepada petugas mereka tidak bisa mengelak lagi, masing-masing berinisial SS, JKS, dan TA ditangkap di lokasi Jalan Aisyah Sulaiman, Kampung Serai, Km 8, dan tersangka Ss, NA, dan BY ditangkap di Jalan Raja Haji Fisabilillah, Km 8, Tanjungpinang.

Kasatreskrim Polres Tanjungpinang AKP Dwihatmoko Wiroseno SH, S.IK dengan didampingi KBO Reskrim Iptu Edi Endrianis , S. Sos mengatakan, penangkapan keenam tersangka berdasarkan LP-A/147/XII/2017/KEPRI/RES TPI, tanggal 6 Desember 2017 oleh pelapor Yommi Andi Putra, kedua berdasarkan LP-A/148/XII/2017/KEPRI/2017/RES TPI tanggal 6 Desember 2017 dilaporkan Sulit De Komar.

Kita mendapat informasi para tersangka sedang merekap judi sijie, mereka (tersangka) penjual dan pembeli sijie,” pada saat ditangkap oleh petugas kita tidak bisa berkelit lagi karena sedang bertransaksi, ujar Dwihatmoko saat konferensi pers di Lobi Polres Tanjungpinang, Kamis (21/12) sore.

Dwihatmoko menambahkan, perbuatan para tersangka sudah berlangsung sudah lama dan meresahkan masyarakat setempat, namun baru bisa diungkap oleh petugas, kata Dwi.
“Secara tegas saya katakan tidak ada yang membekingi, apalagi oleh aparat,” ujar Dwi di depan beberapa awak media lokal maupun nasional”.

Selain menangkap tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti berupa enam unit handphone berbagai merek, beberapa lembar kertas rekap sijie, dan uang tunai Rp 419.000 ribu. Saat ini, para tersangka telah berada di sel tahanan Polres Tanjungpinang guna pemeriksaan lebih lanjut.

“Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) sudah kita kirimkan ke kejaksaan,. Masih kita dalami dulu kasusnya,” kata dia. Akibat perbuatan para tersangka SS, JKS, Ss, dan NA dikenakan Pasal 303 KUHP dengan ancaman maksimal 10 penjara, sedangkan TA dan BY dikenakan Pasal 303 KUHP dan 303 bis KUHP hukuman 10 tahun atau empat tahun penjara. “Terancam maksimal 10 tahun dan 4 tahun penjara,” kata dia.

Dwi juga mengimbau kepada masyarakat Tanjungpinang bagi yang mengetahui adanya perjudian agar melaporkan kepada pihak kepolisian untuk ditindak.
“Kita akan tindak tegas kalau ada laporan masyarakat adanya perjudian,” tutup Dwi.


Sumber : https://www.kaskus.co.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Reformasi Birokrasi Polri Dalam Bingkai Kemandirian Dan Profesionalitas

Tribratanews.kepri.polri.go.id – Kepolisian Negara Republik Indonesia, telah lahir, tumbuh dan berkembang menjadi organisasi kenegaraan seiring dengan sejarah perjalanan negara Republik Indonesia. Dalam perjalanan sejarahnya, Kepolisian Negara Republik Indonesia telah melalu berbagai macam peristiwa, yang tidak hanya menjadi bagian dari sejarah perjalanan organisasi Kepolisian Negara Republik Indonesia, namun juga menjadi bagian dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia.   Salah satu bagian dari perjalanan sejarah Kepolisian Negara Republik Indonesia tersebut adalah pergantian pucuk pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kapolri, yang disertai dengan berbagai macam gaya kepemimpinan dan kebijakan-kebijakan yang dikemukakan oleh para pemimpin Kepolisian Negara Republik Indonesia tersebut.   Reformasi yang sedang dilakukan oleh bangsa Indonesia mempunyai tujuan untuk mencapai suatu kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat yang berbentuk sebagai masyarakat...

Polda Kepri Selalu Menekan Tindak Pidana Peredaran narkoba di Wilayah Provinsi Kepulauan Riau

Tribratanews.kepri.polri.go.id –  Apa itu Narkoba?  Narkoba adalah obat berbahaya dan telah beredar secara populer di masyarakat, khususnya di kalangan pelajar. Hampir seluruh rakyat Indonesia mengetahui narkoba. Narkoba itu selalu dihindari karena berbahaya dan membuat orang kecanduan. Jika orang telah mengonsumsi narkoba, dan tiba-tiba tidak mengonsumsinya lagi, dia akan merasakan dorongan psikologis yang kuat untuk menkonsumsinya kembali. Terdapat 3 macam narkoba; narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Narkotika akan mengakibatkan perubahan kesadaran, mengurangi dan menghilangkan rasa sakit dan bisa menimbulkan ketergantungan (adiksi). Psikotropika mengubah susunan syaraf pusat sehingga mengganggu mental, dan mengubah perilaku. Zat adiktif berbahaya bagi tubuh karena merupakan zat kimia seperti etanol, inhalansia, tembakau. Peran Polda kepri dalam Memerangi Peredaran Narkoba. Polda Kepulauan riau Selalu melaksanakan sosialisasi, mengadakan pembicaraan tentang b...

Ancaman Pidana Bagi Netizen yang Berkomentar Body Shaming

Tribatanews.kepri.polri.go.id – Apakah komentar netizen yang berbau body shaming dapat dipidana? Apakah bisa dikenakan pasal penghinaan terhadap seseorang? Body shaming  adalah bentuk dari tindakan mengejek/menghina dengan mengomentari fisik (bentuk maupun ukuran tubuh) dan penampilan seseorang. Pada dasarnya penghinaan yang dilakukan melalui media sosial merupakan tindak pidana yang pelakunya dapat dijerat dengan Pasal 27 ayat (3) jo. Pasal 45 ayat (3)  Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana yang telah diubah oleh  Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik . Menjawab pertanyaan Anda, komentar berbau  body shaming  dapat dijerat dengan pasal penghinaan apabila korban merasa terhina dan melakukan aduan serta pelaku memenuhi seluruh unsur pidana dan telah melalui proses peradilan pidana. Apa ancaman pidana bagi pelaku? P...