Langsung ke konten utama

Kasat Lantas : Minimalisir Macet, Kami Lakukan Rekayasa Lantas di Malam Tahun Baru 2018



Menghindari terjadi nya kemacetan serta meminimalisir kecelakaan menjelang Tahun Baru ,Satuan Lalu Lintas Polres Tanjungpinang melakukan rekayasa lantas ( lalu lintas ) dengan pengalihan arus di beberapa titik kemacetan yang akan terjadi di malam pergantian tahun.


Kasat Lantas AKP Krisna Yowa Ramadhani menyampaikan, rekayasa ini kita lakukan dalam mengantisipasi kemacetan serta kecelakaan pada Tahun Baru nantinya.

Foto Koran Bekas
Berdasarkan analisa dan evaluasi pelaksanaan tahun baru 2017 ada dua titik konsentrasi masyarakat dalam perayaan tahun baru, pertama tepi laut  yang kedua di Rimba Jaya, ujar Krisna.

Untuk tidak terjadinya Botle Neck ( penyempitan ) kita akan memberlakukan para pengemudi baik roda dua maupun roda empat untuk jalan satu arah, terang Krisna.
Disamping itu juga, petugas dilapangan akan melakukan diskresi kepolisian dengan membuka maupun menutup arus lalu lintas, hal ini untuk menghindari penumpukan arus yang dapat menimbulkan kemacetan.

“ Petugas kita dilapangan akan melakukan diskresi sesuai perkembangan dilapangan, untuk menghindari penumpukan arus lalu lintas “. Krisna juga menambahkan, untuk Personil Sat Lantas akan kita turunkan sebanyak 40 Personil, baik  menggunakan Roda dua maupun Roda empat yang kita miliki, nantinya juga akan melibatkan Sabhara, Intel, Reskrim, maupun Polsek dan ditambah dari instansi terkait juga akan turun, jelas nya.

Krisna juga menghimbau serta mengharapkan kerjasama dari masyarakat untuk tetap memperhatikan keselamatan dalam berkendara baik untuk diri sendiri maupun pengendara lain.

“Semoga upaya yang dilakukan Satlantas Polres Tanjungpinang dapat meminimalisir terjadinya kemacetan maupun kecelakaan di wilayah hukum Polres Tanjungpinang saat malam pergantian tahun.” pungkasnya. (*)




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Reformasi Birokrasi Polri Dalam Bingkai Kemandirian Dan Profesionalitas

Tribratanews.kepri.polri.go.id – Kepolisian Negara Republik Indonesia, telah lahir, tumbuh dan berkembang menjadi organisasi kenegaraan seiring dengan sejarah perjalanan negara Republik Indonesia. Dalam perjalanan sejarahnya, Kepolisian Negara Republik Indonesia telah melalu berbagai macam peristiwa, yang tidak hanya menjadi bagian dari sejarah perjalanan organisasi Kepolisian Negara Republik Indonesia, namun juga menjadi bagian dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia.   Salah satu bagian dari perjalanan sejarah Kepolisian Negara Republik Indonesia tersebut adalah pergantian pucuk pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kapolri, yang disertai dengan berbagai macam gaya kepemimpinan dan kebijakan-kebijakan yang dikemukakan oleh para pemimpin Kepolisian Negara Republik Indonesia tersebut.   Reformasi yang sedang dilakukan oleh bangsa Indonesia mempunyai tujuan untuk mencapai suatu kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat yang berbentuk sebagai masyarakat...

Polda Kepri Selalu Menekan Tindak Pidana Peredaran narkoba di Wilayah Provinsi Kepulauan Riau

Tribratanews.kepri.polri.go.id –  Apa itu Narkoba?  Narkoba adalah obat berbahaya dan telah beredar secara populer di masyarakat, khususnya di kalangan pelajar. Hampir seluruh rakyat Indonesia mengetahui narkoba. Narkoba itu selalu dihindari karena berbahaya dan membuat orang kecanduan. Jika orang telah mengonsumsi narkoba, dan tiba-tiba tidak mengonsumsinya lagi, dia akan merasakan dorongan psikologis yang kuat untuk menkonsumsinya kembali. Terdapat 3 macam narkoba; narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Narkotika akan mengakibatkan perubahan kesadaran, mengurangi dan menghilangkan rasa sakit dan bisa menimbulkan ketergantungan (adiksi). Psikotropika mengubah susunan syaraf pusat sehingga mengganggu mental, dan mengubah perilaku. Zat adiktif berbahaya bagi tubuh karena merupakan zat kimia seperti etanol, inhalansia, tembakau. Peran Polda kepri dalam Memerangi Peredaran Narkoba. Polda Kepulauan riau Selalu melaksanakan sosialisasi, mengadakan pembicaraan tentang b...

Ancaman Pidana Bagi Netizen yang Berkomentar Body Shaming

Tribatanews.kepri.polri.go.id – Apakah komentar netizen yang berbau body shaming dapat dipidana? Apakah bisa dikenakan pasal penghinaan terhadap seseorang? Body shaming  adalah bentuk dari tindakan mengejek/menghina dengan mengomentari fisik (bentuk maupun ukuran tubuh) dan penampilan seseorang. Pada dasarnya penghinaan yang dilakukan melalui media sosial merupakan tindak pidana yang pelakunya dapat dijerat dengan Pasal 27 ayat (3) jo. Pasal 45 ayat (3)  Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana yang telah diubah oleh  Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik . Menjawab pertanyaan Anda, komentar berbau  body shaming  dapat dijerat dengan pasal penghinaan apabila korban merasa terhina dan melakukan aduan serta pelaku memenuhi seluruh unsur pidana dan telah melalui proses peradilan pidana. Apa ancaman pidana bagi pelaku? P...