Langsung ke konten utama

Polres Tanjungpinang Sambang Gurindam Ke Tokoh Agama Dan Pengajar Yayasan AL - Madinah



Tanjungpinang - Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro, SH, SIK, MH melaksanakan silaturahmi “ Sambang Gurindam “ dengan Tokoh Agama dan guru-guru Yayasan AL Madinah, Rabu (20/12) siang.
koran bekas
Komunikasi yang dilakukan dari hati kehati akan mempererat hubungan yang baik antara Kepolisian dengan masyarakat. Selain itu Ardiyanto juga mengajak para Tokoh Agama dan guru-guru berkenan untuk secara rutin tiap minggunya keliling Mengaji hingga Khatam, baik di lingkungan Polres, Asrama, maupun dirumah-rumah, tentu nya dengan melibatkan Personil Polres Tanjungpinang dalam mempererat Ukhuwah Islamiyah.
koran bekas
“ Sarana dan prasarana nanti nya akan disiapkan oleh Polres Tanjungpinang, saya ingin tiap minggu ada Khatam dalam pembacaan AL Qur’an, jelas Ardiyanto”. Selain itu juga Ardiyanto juga menyampaikan terima kasih dalam menjaga keyakinan umat beragama sehingga Kota Tanjungpinang selalu dalam keadaan aman dan kondusif, kami ( Polres ) siap menerima saran maupun kritikan sekecil apapun untuk masyarakat, ujar Ardiyanto.

Sambang Gurindam ini diterima langsung oleh Bapak Nasrun Direktur Yayasan AL Madinah dengan didampingi guru-guru dikediaman Bapak Hajarullah Aswad.
Dalam kata pembuka yang disampaikan, Ardiyanto mengucapkan terima kasih yang sebesar-besar nya karena sudah disambut dan diterima dengan baik, semoga silaturahmi dalam Sambang Gurindam ini dapat membumi dalam mewujudkan Sinergitas Kemitraan Polri dengan masyarakat, ujarnya
Sebelumnya Ardiyanto juga pernah melakukan Sambang Gurindam kepada Tokoh Masyarakat Tionghoa di City Walk Kecamatan Tanjungpinang Kota.(*)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Reformasi Birokrasi Polri Dalam Bingkai Kemandirian Dan Profesionalitas

Tribratanews.kepri.polri.go.id – Kepolisian Negara Republik Indonesia, telah lahir, tumbuh dan berkembang menjadi organisasi kenegaraan seiring dengan sejarah perjalanan negara Republik Indonesia. Dalam perjalanan sejarahnya, Kepolisian Negara Republik Indonesia telah melalu berbagai macam peristiwa, yang tidak hanya menjadi bagian dari sejarah perjalanan organisasi Kepolisian Negara Republik Indonesia, namun juga menjadi bagian dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia.   Salah satu bagian dari perjalanan sejarah Kepolisian Negara Republik Indonesia tersebut adalah pergantian pucuk pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kapolri, yang disertai dengan berbagai macam gaya kepemimpinan dan kebijakan-kebijakan yang dikemukakan oleh para pemimpin Kepolisian Negara Republik Indonesia tersebut.   Reformasi yang sedang dilakukan oleh bangsa Indonesia mempunyai tujuan untuk mencapai suatu kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat yang berbentuk sebagai masyarakat...

Polda Kepri Selalu Menekan Tindak Pidana Peredaran narkoba di Wilayah Provinsi Kepulauan Riau

Tribratanews.kepri.polri.go.id –  Apa itu Narkoba?  Narkoba adalah obat berbahaya dan telah beredar secara populer di masyarakat, khususnya di kalangan pelajar. Hampir seluruh rakyat Indonesia mengetahui narkoba. Narkoba itu selalu dihindari karena berbahaya dan membuat orang kecanduan. Jika orang telah mengonsumsi narkoba, dan tiba-tiba tidak mengonsumsinya lagi, dia akan merasakan dorongan psikologis yang kuat untuk menkonsumsinya kembali. Terdapat 3 macam narkoba; narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Narkotika akan mengakibatkan perubahan kesadaran, mengurangi dan menghilangkan rasa sakit dan bisa menimbulkan ketergantungan (adiksi). Psikotropika mengubah susunan syaraf pusat sehingga mengganggu mental, dan mengubah perilaku. Zat adiktif berbahaya bagi tubuh karena merupakan zat kimia seperti etanol, inhalansia, tembakau. Peran Polda kepri dalam Memerangi Peredaran Narkoba. Polda Kepulauan riau Selalu melaksanakan sosialisasi, mengadakan pembicaraan tentang b...

Ancaman Pidana Bagi Netizen yang Berkomentar Body Shaming

Tribatanews.kepri.polri.go.id – Apakah komentar netizen yang berbau body shaming dapat dipidana? Apakah bisa dikenakan pasal penghinaan terhadap seseorang? Body shaming  adalah bentuk dari tindakan mengejek/menghina dengan mengomentari fisik (bentuk maupun ukuran tubuh) dan penampilan seseorang. Pada dasarnya penghinaan yang dilakukan melalui media sosial merupakan tindak pidana yang pelakunya dapat dijerat dengan Pasal 27 ayat (3) jo. Pasal 45 ayat (3)  Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana yang telah diubah oleh  Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik . Menjawab pertanyaan Anda, komentar berbau  body shaming  dapat dijerat dengan pasal penghinaan apabila korban merasa terhina dan melakukan aduan serta pelaku memenuhi seluruh unsur pidana dan telah melalui proses peradilan pidana. Apa ancaman pidana bagi pelaku? P...