Langsung ke konten utama

DPO Kasus Korupsi Bangunan Pemerintah Bandar Lampung, Seorang Pria Berhasil Diamankan Jajaran Kepolisian Polresta Barelang

 

Tribratanews.kepri.polri.go.id – Telah diamankan seorang pria diduga pelaku kasus korupsi pembangunan pabrik es milik Departemen Kelautan dan Perikanan di Bandar Lampung berinisial LW (65) yang selama ini masuk dalam daftar pencarian orang oleh Kejaksaan Tinggi Lampung oleh  Polresta Barelang, Selasa (30/1/2018)

Setelah mendapatkan informasi dan dilakukan penyelidikan serta pengembangan terhadap informasi tersebut dan ditemukan terduga DPO berinisial LW berada di restoran cepat saji J CO Nagoya Hill Mall Lubuk Baja – Kota Batam.

Dijelaskannya, dari pengakuan LW baru pertama kalinya ke Batam pada tanggal Minggu (28/1) lalu seorang diri untuk berobat ke Penang Malaysia. Kemudian menghubungi menantunya bertemu di rumah makan Acia Ikan Bakar Lubuk Baja untuk membahas perihal pembuatan Paspor LW dengan mempersiapkan dana berkisar belasan juta hingga puluhan juta rupiah untuk pembuatan paspor tersebut.

LW mengaku bahwa dirinya tidak bersalah sehingga tidak memenuhi surat panggilan tersangka dari Kejaksaan Bandar Lampung dan hingga saat ini LW tidak tahu menjadi DPO.

“Terduga DPO ini mengaku tidak tahu jika dicari dan dia merasa tidak bersalah sehingga tidak memenuhi surat panggilan tersangka dari Kejaksaan Bandar Lampung.” jelas Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki S.Ik., M.H.

 

 

 

Dalam pemeriksaan selanjutnya, Polisi juga menemukan dokumen yang telah dimiliki LW antara lain KTP, Foto Copy KK, Akte lahir, Surat Kewarga Negaraan dan Paspor an. Tian Liong yang dikeluarkan oleh Kantor Imigrasi Jakarta yang tersimpan di kamar nomor 510 Hotel Aston Pelita Lubuk Baja tempatnya menginap.

Barang bukti yang diamankan kepolisian saat ini yaitu 1 unit Handphone merk Oppo warna Gold, 1 unit Handphone merk Samsung duos warna hitam, dan 1 buah dokumen Paspor RI.

Saat ini, LW harus berurusan dengan kepolisian dan diamankan di Polresta Barelang guna pemeriksaan lebih lanjut karena terjerat masalah penjualan mesin pembuat es rakitan kepada kontraktor CV. Jupiter yang merupakan pemenang tender pembangunan Pabrik Es milik pemerintah di Bandar Lampung dengan nilai kurang lebih Rp 900.000.0000.

Polresta Barelang juga telah berkoordinasi dengan Kejari Kota Batam untuk  menyerahkan  tersangka LW kepada Kepolisian dan Kejari Bandar Lampung.

Penulis       : Yolan

Editor         : Edi

Publisher   : Tahang



from TRIBRATANEWS POLDA KEPRI http://ift.tt/2DMLBnr
via IFTTT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Reformasi Birokrasi Polri Dalam Bingkai Kemandirian Dan Profesionalitas

Tribratanews.kepri.polri.go.id – Kepolisian Negara Republik Indonesia, telah lahir, tumbuh dan berkembang menjadi organisasi kenegaraan seiring dengan sejarah perjalanan negara Republik Indonesia. Dalam perjalanan sejarahnya, Kepolisian Negara Republik Indonesia telah melalu berbagai macam peristiwa, yang tidak hanya menjadi bagian dari sejarah perjalanan organisasi Kepolisian Negara Republik Indonesia, namun juga menjadi bagian dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia.   Salah satu bagian dari perjalanan sejarah Kepolisian Negara Republik Indonesia tersebut adalah pergantian pucuk pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kapolri, yang disertai dengan berbagai macam gaya kepemimpinan dan kebijakan-kebijakan yang dikemukakan oleh para pemimpin Kepolisian Negara Republik Indonesia tersebut.   Reformasi yang sedang dilakukan oleh bangsa Indonesia mempunyai tujuan untuk mencapai suatu kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat yang berbentuk sebagai masyarakat...

Polda Kepri Selalu Menekan Tindak Pidana Peredaran narkoba di Wilayah Provinsi Kepulauan Riau

Tribratanews.kepri.polri.go.id –  Apa itu Narkoba?  Narkoba adalah obat berbahaya dan telah beredar secara populer di masyarakat, khususnya di kalangan pelajar. Hampir seluruh rakyat Indonesia mengetahui narkoba. Narkoba itu selalu dihindari karena berbahaya dan membuat orang kecanduan. Jika orang telah mengonsumsi narkoba, dan tiba-tiba tidak mengonsumsinya lagi, dia akan merasakan dorongan psikologis yang kuat untuk menkonsumsinya kembali. Terdapat 3 macam narkoba; narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Narkotika akan mengakibatkan perubahan kesadaran, mengurangi dan menghilangkan rasa sakit dan bisa menimbulkan ketergantungan (adiksi). Psikotropika mengubah susunan syaraf pusat sehingga mengganggu mental, dan mengubah perilaku. Zat adiktif berbahaya bagi tubuh karena merupakan zat kimia seperti etanol, inhalansia, tembakau. Peran Polda kepri dalam Memerangi Peredaran Narkoba. Polda Kepulauan riau Selalu melaksanakan sosialisasi, mengadakan pembicaraan tentang b...

Ancaman Pidana Bagi Netizen yang Berkomentar Body Shaming

Tribatanews.kepri.polri.go.id – Apakah komentar netizen yang berbau body shaming dapat dipidana? Apakah bisa dikenakan pasal penghinaan terhadap seseorang? Body shaming  adalah bentuk dari tindakan mengejek/menghina dengan mengomentari fisik (bentuk maupun ukuran tubuh) dan penampilan seseorang. Pada dasarnya penghinaan yang dilakukan melalui media sosial merupakan tindak pidana yang pelakunya dapat dijerat dengan Pasal 27 ayat (3) jo. Pasal 45 ayat (3)  Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana yang telah diubah oleh  Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik . Menjawab pertanyaan Anda, komentar berbau  body shaming  dapat dijerat dengan pasal penghinaan apabila korban merasa terhina dan melakukan aduan serta pelaku memenuhi seluruh unsur pidana dan telah melalui proses peradilan pidana. Apa ancaman pidana bagi pelaku? P...