Langsung ke konten utama

Kehadiran Bhabinkamtibmas Desa Bakong di Tengah Tengah Masyarakat Yang Berduka

Tribratanews.kepri.polri.go.id –Berita kematian memang bukanlah hal yang diinginkan setiap orang, kepergian orang dicintai menjadi pukulan berat bagi setiap orang ditinggalkan.

Hal ini lah yang dirasakan Bhabinkamtibmas Desa Bakong BRIGADIR Berlin Sinuraya ketika mendengar kabar akan kematian salah seorang warga Desa binaannya.

Mendiang Tang Nguan La seorang ibu yang sudah dianggap sebagai orang tua sendiri bagi BRIGADIR Berlin meninggal di usianya yang berumur 71 tahun.

Disetiap kesempatan, BRIGADIR Berlin turut hadir didalam setiap prosesi yang dimulai dari prosesi adat kematian, Jumat (26/1) hingga prosesi pemakaman pada hari Selasa (30/1) di Pulau Kampung Telex.

Kapolres Lingga AKBP Ucok Lasdin Silalahi, S.I.K, M.H beserta Kapolsek Singkep Barat melaui BRIGADIR Berlin mengucapkan rasa bela duka citanya kepada keluarga yang ditinggal, Beliau meminta maaf karena tidak bisa datang pada kesempatan ini dikarenakan adanya kesibukan yang mendadak.

“Dari pribadi saya yang paling dalam, Saya Brigadir Berlin mengucapkan rasa duka saya untuk keluarga yang ditinggalkan, ada satu firman yang dari dulu saya pegang, dimana dalam kitab 1 Petrus 5: 10 mengatakan
“Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya”, ucap BRIGADIR Berlin mengibur keluarga.

Pihak keluarga mengucapkan rasa terima kasihnya atas kehadiran pihak Kepolisian ditengah tengah keluarganya, serta atas bantuannya ikut mengantarkan ibu Tang Nguan La ke tempat pemakaman.

 

Ir. Nainggolan.



from TRIBRATANEWS POLDA KEPRI http://ift.tt/2Fwr82U
via IFTTT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Reformasi Birokrasi Polri Dalam Bingkai Kemandirian Dan Profesionalitas

Tribratanews.kepri.polri.go.id – Kepolisian Negara Republik Indonesia, telah lahir, tumbuh dan berkembang menjadi organisasi kenegaraan seiring dengan sejarah perjalanan negara Republik Indonesia. Dalam perjalanan sejarahnya, Kepolisian Negara Republik Indonesia telah melalu berbagai macam peristiwa, yang tidak hanya menjadi bagian dari sejarah perjalanan organisasi Kepolisian Negara Republik Indonesia, namun juga menjadi bagian dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia.   Salah satu bagian dari perjalanan sejarah Kepolisian Negara Republik Indonesia tersebut adalah pergantian pucuk pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kapolri, yang disertai dengan berbagai macam gaya kepemimpinan dan kebijakan-kebijakan yang dikemukakan oleh para pemimpin Kepolisian Negara Republik Indonesia tersebut.   Reformasi yang sedang dilakukan oleh bangsa Indonesia mempunyai tujuan untuk mencapai suatu kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat yang berbentuk sebagai masyarakat...

Polda Kepri Selalu Menekan Tindak Pidana Peredaran narkoba di Wilayah Provinsi Kepulauan Riau

Tribratanews.kepri.polri.go.id –  Apa itu Narkoba?  Narkoba adalah obat berbahaya dan telah beredar secara populer di masyarakat, khususnya di kalangan pelajar. Hampir seluruh rakyat Indonesia mengetahui narkoba. Narkoba itu selalu dihindari karena berbahaya dan membuat orang kecanduan. Jika orang telah mengonsumsi narkoba, dan tiba-tiba tidak mengonsumsinya lagi, dia akan merasakan dorongan psikologis yang kuat untuk menkonsumsinya kembali. Terdapat 3 macam narkoba; narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Narkotika akan mengakibatkan perubahan kesadaran, mengurangi dan menghilangkan rasa sakit dan bisa menimbulkan ketergantungan (adiksi). Psikotropika mengubah susunan syaraf pusat sehingga mengganggu mental, dan mengubah perilaku. Zat adiktif berbahaya bagi tubuh karena merupakan zat kimia seperti etanol, inhalansia, tembakau. Peran Polda kepri dalam Memerangi Peredaran Narkoba. Polda Kepulauan riau Selalu melaksanakan sosialisasi, mengadakan pembicaraan tentang b...

Ancaman Pidana Bagi Netizen yang Berkomentar Body Shaming

Tribatanews.kepri.polri.go.id – Apakah komentar netizen yang berbau body shaming dapat dipidana? Apakah bisa dikenakan pasal penghinaan terhadap seseorang? Body shaming  adalah bentuk dari tindakan mengejek/menghina dengan mengomentari fisik (bentuk maupun ukuran tubuh) dan penampilan seseorang. Pada dasarnya penghinaan yang dilakukan melalui media sosial merupakan tindak pidana yang pelakunya dapat dijerat dengan Pasal 27 ayat (3) jo. Pasal 45 ayat (3)  Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana yang telah diubah oleh  Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik . Menjawab pertanyaan Anda, komentar berbau  body shaming  dapat dijerat dengan pasal penghinaan apabila korban merasa terhina dan melakukan aduan serta pelaku memenuhi seluruh unsur pidana dan telah melalui proses peradilan pidana. Apa ancaman pidana bagi pelaku? P...