Langsung ke konten utama

Menteri Kp Ri Susi Pudji Astusi Kembali Kunjungi Natuna,Polres Natuna Lakukan Pengamanan

Tribratanews.kepri.polri.go.id-Polres Natuna,Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Susi Pudji Astuti kembali lagi mengunjungi Kabupaten Natuna  Provinsi Kepulauan Riau dilaut sakti rantau bertuah ini,Minggu Pagi (28/01/2018)yang sebelumnya kunjungan terakhirnya ke Natuna pada bulan oktober 2017 silam dalam rangka menghadiri penenggelaman  33 kapal ikan asing hasil tangkapan TNI AL di perairan Sabang Mawang kecamatan pulau tiga yang lalu.

Menteri KP RI Susi Pudji Astuti yang suka melakukan kunjungannya ke pulau pulau terluar NKRI ini, kali ini Ia melakukan kunjungan nya ke  Kab Natuna dalam rangka meninjau pembangunan pelabuhan SKPT di selat Lampa  Kec Pulau Tiga seraya sambil juga merupakan agenda Liburannya di Laut  sakti Rantau bertuah ini .

Sebelum agenda kunjungannya ke Natuna ini,Menteri KP RI Susi Pudji Astuti ini sempat bermalam di hotel Mercure Pontianak sebelum bertolak ke Kabupaten Natuna.

Sekitar pukul 08.40 wib (28/01/2018) Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudji Astuti beserta rombongan tiba di bandara Lanud Raden Sadjad Ranai dengan menggunakan pesawat Cessna C-208B/PK-BVE,Capt Pilot : Mark ,Kedatangan  Menteri Susi kali ini didampingi langsung oleh Dirjen Perikanan Tangkap Bpk. Sjarief widjaja dan Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Bpk. Brahmantya Satyamurti.

Menteri KP RI beserta rombongan disambut langsung oleh , Kapolres Natuna Akbp Nugroho Dwi Karyanto,  S.I.K, Palaksa Lanal Ranai Letkol Laut (P) Asep Aryansyah, Dandim 0318/Natuna Letkol. Inf. Yusuf Rizal, S. Sos, Sekda Natuna Wan Siswandi S. Sos. M. Si, dan  Kadisops Lanu d RSA Letkol Pom Fanny Phlilip

Usai kedatangannya di Bandara Lanud Raden Sadjad ini terlihat Kapolres Natuna AKBP Nugroho Dwi Karyanto S.I.K berserta Dandim,Palaksa Lanal dan Sekda Natuna  mendampingi Menteri KP ini menuju objek wisata  Alif stone dan ke pelabuhan sepempang untuk menuju ke Pulau Senoa sembari dalam agenda liburannya sebelum agenda peninjauan SKPT nya di selat lampa.

Direncanakan kunjungan Menteri Susi ini ke Kabupaten Natuna akan dilaksanakan selama 3 hari di Natuna terhitung mulai tanggal 28 Januari sampai 30 Januari 2018 dan akan bertolak lagi menuju Bandar udara  Supadio Pontianak pada tanggal 30  Januari 2018 pagi .

Dan Hari ini Senin  (29/01/2018) Menteri Susi Pudji Astuti beserta Rombongannya menuju ke Pelabuhan Teruk Baruk Desa Sepempang lalu menuju Ke pelabuhan SKPT Selat Lampa untuk melakukan peninjauan Pembangunan SKPT menggunakan Kapal milik TNI AL .

Terkait tentang pengamanan Kunjungan Menteri Susi  ke Natuna ini,Kapolres Natuna Akbp Nugroho Dwi Karyanto menjelaskan  bahwa Polres Natuna menerjunkan sebanyak 70 personil Polres Natuna dan Polsek Bunguran Barat yang sudah di Ploting di tempat nya Masing Masing.

“Ada sebanyak 70 anggota yang sudah kita turunkan kelapangan untuk lakukan pengamanan di tempat titik titik rombongan yang akan lalui dan kunjungi  ,dan anggota ini juga nantinya akan bekerja sama dengan instansi terkait  dari pihak TNI maupun Pemda tentang teknis pengamanannya di lapangan” Ujar AKBP Nugroho

Penulis : Cristian E.S

Editor   : Edi

Publish : Cristian E.S



from TRIBRATANEWS POLDA KEPRI http://ift.tt/2rMkfbB
via IFTTT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Reformasi Birokrasi Polri Dalam Bingkai Kemandirian Dan Profesionalitas

Tribratanews.kepri.polri.go.id – Kepolisian Negara Republik Indonesia, telah lahir, tumbuh dan berkembang menjadi organisasi kenegaraan seiring dengan sejarah perjalanan negara Republik Indonesia. Dalam perjalanan sejarahnya, Kepolisian Negara Republik Indonesia telah melalu berbagai macam peristiwa, yang tidak hanya menjadi bagian dari sejarah perjalanan organisasi Kepolisian Negara Republik Indonesia, namun juga menjadi bagian dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia.   Salah satu bagian dari perjalanan sejarah Kepolisian Negara Republik Indonesia tersebut adalah pergantian pucuk pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kapolri, yang disertai dengan berbagai macam gaya kepemimpinan dan kebijakan-kebijakan yang dikemukakan oleh para pemimpin Kepolisian Negara Republik Indonesia tersebut.   Reformasi yang sedang dilakukan oleh bangsa Indonesia mempunyai tujuan untuk mencapai suatu kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat yang berbentuk sebagai masyarakat...

Polda Kepri Selalu Menekan Tindak Pidana Peredaran narkoba di Wilayah Provinsi Kepulauan Riau

Tribratanews.kepri.polri.go.id –  Apa itu Narkoba?  Narkoba adalah obat berbahaya dan telah beredar secara populer di masyarakat, khususnya di kalangan pelajar. Hampir seluruh rakyat Indonesia mengetahui narkoba. Narkoba itu selalu dihindari karena berbahaya dan membuat orang kecanduan. Jika orang telah mengonsumsi narkoba, dan tiba-tiba tidak mengonsumsinya lagi, dia akan merasakan dorongan psikologis yang kuat untuk menkonsumsinya kembali. Terdapat 3 macam narkoba; narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Narkotika akan mengakibatkan perubahan kesadaran, mengurangi dan menghilangkan rasa sakit dan bisa menimbulkan ketergantungan (adiksi). Psikotropika mengubah susunan syaraf pusat sehingga mengganggu mental, dan mengubah perilaku. Zat adiktif berbahaya bagi tubuh karena merupakan zat kimia seperti etanol, inhalansia, tembakau. Peran Polda kepri dalam Memerangi Peredaran Narkoba. Polda Kepulauan riau Selalu melaksanakan sosialisasi, mengadakan pembicaraan tentang b...

Ancaman Pidana Bagi Netizen yang Berkomentar Body Shaming

Tribatanews.kepri.polri.go.id – Apakah komentar netizen yang berbau body shaming dapat dipidana? Apakah bisa dikenakan pasal penghinaan terhadap seseorang? Body shaming  adalah bentuk dari tindakan mengejek/menghina dengan mengomentari fisik (bentuk maupun ukuran tubuh) dan penampilan seseorang. Pada dasarnya penghinaan yang dilakukan melalui media sosial merupakan tindak pidana yang pelakunya dapat dijerat dengan Pasal 27 ayat (3) jo. Pasal 45 ayat (3)  Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana yang telah diubah oleh  Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik . Menjawab pertanyaan Anda, komentar berbau  body shaming  dapat dijerat dengan pasal penghinaan apabila korban merasa terhina dan melakukan aduan serta pelaku memenuhi seluruh unsur pidana dan telah melalui proses peradilan pidana. Apa ancaman pidana bagi pelaku? P...