Langsung ke konten utama

MEMBENTUK JIWA NASIONALISME SEJAK USIA DINI

Tribratanews.kepri.polri.go.id. – Menumbuhkan rasa nasionalisme dianggap penting untuk membentuk kepribadian, menanamkan rasa saling menghargai, dan disiplin. Selain itu anak juga akan tahu identitas bangsanya.

Pelajaran kewarganegaraan dan sejarah yang mereka dapat di sekolah sebenarnya belum cukup membantu menumbuhkan sikap nasionalisme dalam diri mereka. Anda sebagai orang tua pun harus ikut menanamkan nilai-nilai nasionalisme. Cara yang efektif adalah dengan menjadi contoh bagi anak. Seperti apa?

Ajarkan anak perbedaan

Indonesia memiliki beraneka ragam suku, agama, budaya, dan warna kulit yang disimbolkan dalam semboyan negara kita Bhinneka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu. Oleh karena itu, mengajarkan perbedaan pada anak sejak dini sangat penting.

Mengajarkan pentingnya perbedaan kepda anak bisa dimulai dengan cara sederhana, misalnya dengan menanamkan sikap saling menghargai dan menghormati teman baik di sekolah maupun di lingkugan rumah yang berbeda agama, suku dan warna kulit.

Mencintai produk lokal

Di era globalisasi pasar dalam negeri diserbu produk impor. Cobalah bijak dengan membeli produk lokal. Ajak pula buah hati Anda berbelanja di pasar dan memilih produk lokal. Beritahu anak Anda bahwa kualitas produk lokal (pangan dan non pangan) memiliki kualitas yang tidak kalah dari produk impor.

Kenalkan permainan tradisional

Di saat waktu luang, coba ajak anak Anda melakukan permainan tradisional. Ini lebih baik ketimbang bermain video game karena tubuh bergerak aktif dan berkeringat. Lakukan permainan ular naga panjang, gobak sodor, petak jongkok atau permainan tradisional lainnya yang Anda ketahui. Ini juga bisa menjadi sarana agar hubungan Anda lebih dekat dengan anak. Sekaligus juga nostalgia dengan masa kecil.

Perkenalkan budaya Indonesia

Berjalan-jalan ke pusat perbelanjaan, bisa jadi sebuah rutinitas yang lumrah dilakukan. Coba ganti rutinitas tersebut dengan berekreasi ke museum. Dengan begitu, Anda bisa memperkenalkan keragaman budaya Indonesia. Biar lebih menarik, Anda bisa berperan sebagai pemandu wisata agar perjalanan kian menyenangkan.

Mencintai makanan tradisional

Di zaman modern seperti ini, anak-anak lebih menyukai makanan cepat saji, seperti burger atau kentang goreng. Mengajarkan rasa nasionalisme dengan memperkenalkan beragam masakan tradisional Indonesia juga bisa menjadi cara yang efektif. Sesekali mengajak anak pergi berwisata kuliner bisa dilakukan sambil menjelaskan makanan-makanan tradisional Indonesia yang tak kalah lezat dengan makanan dari luar negeri.

Yuk, tanamkan rasa nasionalisme kepada anak dari sekarang!

 

Penulis    : Gilang

Editor       : Edi

Publish    : Tahang



from TRIBRATANEWS POLDA KEPRI http://ift.tt/2CLoeoW
via IFTTT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Pokok, Fungsi dan Peranan Polisi Lalu-lintas (POLANTAS)

Tribratanews.kepri.polri.go.id – Tugas Polisi Lalu Lintas adalah melaksanakan Tugas Polri di bidang Lalu-lintas yang meliputi segala usaha, pekerjaan dan kegiatan dalam pengendalian Lalu-lintas untuk mencegah dan meniadakan segala bentuk gangguan serta ancaman agar terjamin keamanan, ketertiban, keselamatan dan kelancaran Lalu-lintas di jalan umum. Fungsi Polisi Lalu-lintas Fungsi Polisi Lalu Lintas adalah penyelenggaraan tugas Polri di bidang Lalu-lintas yang merupakan penjabaran kemampuan teknis profesional yang meliputi : Pendidikan masyarakat lalu lintas (Police Traffic Education). Pendidikan dan pembinaan masyarakat dalam rangka keamanan Lalu-lintas dengan kegiatan-kegiatan yang diarahkan terhadap : 1)      Masyarakat yang terorganisir adalah : (a)    Patroli Keamanan Sekolah (PKS). (b)    Pramuka Lantas. (c)     Kamra Lalu-lintas. 2)      Masyarakat yang tidak terorganisi...

AKP B. Gultom, S.E. : Fenomena Diskresi Kepolisian Bagi Polisi, Revitalisasi Kepercayaan Masyarakat (4)

Tribratanews.kepri.polri.go.id – Faktor -Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Diskresi Kepolisian Faktor Individu: Hati nurani,  Kecerdasan, Pengalaman,  Keberanian,  Keterampilan. Faktor Organisasi: Reward and punishment , Perlindungan hukum, Kelengkapan sarana dan prasarana, Pendidikan dan latihan diskresi. Faktor Masyarakat:Kebutuhan rasa aman, Kepercayaan terhadap polisi, Kesadaran hukum masyarakat. Faktor Individu sangat berperan dalam menentukan pilihan untuk menentukan keputusan mana yang harus dilakukan sehingga tujuan dari Diskresi Kepolisian tercapai. Dan Faktor Individu ini sangat ditentukan oleh Konsep Diri, Harga diri, Kreatifitas untuk menentukan putusan yang terbaik . Konsep diri : merupakan pandangan/gambaran dan sikap individu terhadap dirinya sendiri, baik dimensi fisik maupun psikologis, kekuatan maupun kelemahan dirinya, yang diperoleh melalui pengalaman dan interaksi sosial dalam kehidupan. Harga diri : adalah pandangan individu tenta...

Adakah Aturan tentang Daluwarsa Penyelesaian Perkara di Kepolisian?

Tribratanews.kepri.polri.go.id -Apabila kita melaporkan sesuatu kepada Kepolisian, misalnya laporan tindakan penganiayaan, dan sudah beberapa hari laporan tersebut belum ditindak lanjuti, apakah ada aturan dalam KUHAP mengenai batas waktu untuk menindaklanjuti laporan tersebut? Dan apa upaya hukum yang bisa dilakukan apabila kepolisian tidak menindaklanjuti laporan tersebut? Jawaban : Artikel di bawah ini adalah pemutakhiran yang kedua kali oleh  Tri Jata Ayu Pramesti, S.H.  dari artikel dengan judul   Batas Waktu Penyelesaian Perkara di Kepolisian  yang  dibuat oleh  Flora Dianti, S.H., M.H.  dari  DPC AAI Jakarta Pusat   dan pertama kali dipublikasikan pada   Senin, 05 Desember 2011 kemudian dimutakhirkan oleh  Tri Jata Ayu Pramesti, S.H.  dan dipublikasikan pada Rabu, 28 Februari 2018. Tidak ada aturan dalam  Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana  (KUHAP) mengenai batas waktu Kepolisian untuk menindak...