Langsung ke konten utama

Cara Menyembuhkan Pecandu Judi – Pemberantasan Judi

Tribratanews.kepri.pori.go.id –

Bagi kelompok/individu yang sudah terlanjur kecanduan dengan judi, akan sangat sulit untuk keluar dari lingkarannya. Menang ataupun kalah bukanlah masalah sebab walaupun sudah menang, sang pecandu judi akan terus bertaruh untuk mencari kemenangan yang lainnya karena rasa tidak puas. Sadarkah kita bahwa kecanduan judi pada akhirnya bisa benar-benar menghancurkan kehidupan baik secara finansial, fisik, emosional, maupun sosial. Kecanduan judi tidak hanya menimbulkan bahaya bagi diri si pecandu itu sendiri akan tetapi berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh National Council on Problem Gambling (NCPG) di Amerika Serikat memperkirakan bahwa kebangkrutan, pencurian, KDRT, pengabaian anak, penyitaan rumah dan investasi lainnya, hingga berakhir pada peristiwa bunuh diri orang-orang terdekat juga menjadi resiko paling besar dari kecanduan judi.

Oleh karena itu, diperlukan cara-cara yang tepat agar si pecandu dapat lepas dari jeratan lingkaran judi. Pertama, sang pecandu harus mawas diri dan lapang dada menerima kenyataan bahwa dirinya adalah pecandu judi. Sebab pada mulanya sang pecandu biasa terjebak dalam tahap penyangkalan sehingga gejolak emosional akan sangat umum dirasakan pada masa ini. Masa dimana secara rasional sang pecandu mengakui bahwa perjudian menghancurkan hidupnya sementara sisi lain sang pecandu justru mengidamkan untuk ikut berjudi dengan intensitas yang lebih kuat lagi. Kedua, hindari bernostalgia tentang masa-masa kemenangan masa lalu dan mulai mendaki kembali dari masalah yang disebabkan oleh kecanduan judi dengan bercermin pada situasi saat ini.

Dampak negatif yang paling sering dirasakan dari kecanduan judi adalah berhutang baik dengan keluarga maupun teman, kehilangan rumah, mobil, tanah atau perhiasan yang sedang dalam proses penyitaan sebagai denda menunggak cicilan hutang. Alasan umum orang memulai untuk berjudi adalah menemukan kegembiraan, melupakan masalah dan mencari pembenaran diri (bahwa dirinya adalah seorang yang unggul), mendapatkan uang tambahan dari hasil menang, membantu proses bersosialisasi, mengatasi depresi atau kebosanan dan kebiasaan yang sudah mengakar sejak lama tanpa tahu sebabnya.

Agar bisa pulih dari kecanduan judi, penting bagi sang pecandu judi untuk memahami alasan mengapa ikut berjudi sehingga akan lebih mudah untuk memperbaiki rasa kecanduannya tersebut. Sang pecandu judi juga harus memberi tahu tentang masalah kecanduanya pada sahabat atau anggota keluarga yang dapat dipercaya. Sebab dengan mengumpulkan dukungan yang tepat maka akan sangat membantu memperkuat dan memertegas keberadaan sisi rasional sehingga dapat mematikan hasrat untuk terus berjudi yang bisa timbul kapan saja.

Blok segala akses bagi sang pecandu untuk menuju ke segala jenis perjudian yang membuatnya kecanduan misalnya judi online, judi bola, hingga yang datang ke kasino langsung. Tutup total semua akses ke dan segala bentuk perjudian tersebut sehingga sang pecandu akan dapat mengakhiri kebiasaannya yang dibantu oleh orang-orang kepercayaanya. Secara harfiah, menutup akses ke sumber perjudian tidak akan serta merta langsung menghilangkan hasrat berjudi sang pecandu. Sama halnya seperti mencoba mengalahkan kecanduan lainnya, penting untuk mencari berbagai aktivitas lain yang lebih sehat untuk menjaga tubuh dan pikiran tetap sibuk misalnya dengan olahraga atau ikut kelas keterampilan.

Jika kecanduan judi menjadi semakin tidak tertahankan, mulai membuat stres, depresi atau cemas, segera konsultasikan dengan dokter. Pengobatan standar untuk kecanduan perjudian adalah terapi perilaku kognitif (CBT), dimana seorang terapis dan pecandu bekerja sama tatap muka untuk mengubah perilaku dan pemikiran yang merusak.

Seperti pecandu narkoba yang telah menjadi tidak peka terhadap obat yang digunakannya, pecandu judi juga seringkali mengalami kesulitan untuk merasakan sensasi “mabuk” yang persis didapat saat pertama kali berjudi memenangkan uang. Pecandu judi kronis perlu mengulang lebih banyak perilaku tersebut sampai bisa mendapatkan sensasi yang dikejar selama ini. Kecanduan sedikit banyak dipengaruhi oleh ketidakseimbangan dopamin yang menyebabkan hal di atas. Untuk memperbaiki ketidakseimbangan dopamin ini bisa dilakukan berdasarkan resep dari psikiater melalui obat antidepresan yang mempengaruhi sistem serotonin.

Peenulis : Rexi

Editor   : Edi

Publish : Tahang



from TRIBRATANEWS POLDA KEPRI https://ift.tt/2uxpgX6
via IFTTT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Pokok, Fungsi dan Peranan Polisi Lalu-lintas (POLANTAS)

Tribratanews.kepri.polri.go.id – Tugas Polisi Lalu Lintas adalah melaksanakan Tugas Polri di bidang Lalu-lintas yang meliputi segala usaha, pekerjaan dan kegiatan dalam pengendalian Lalu-lintas untuk mencegah dan meniadakan segala bentuk gangguan serta ancaman agar terjamin keamanan, ketertiban, keselamatan dan kelancaran Lalu-lintas di jalan umum. Fungsi Polisi Lalu-lintas Fungsi Polisi Lalu Lintas adalah penyelenggaraan tugas Polri di bidang Lalu-lintas yang merupakan penjabaran kemampuan teknis profesional yang meliputi : Pendidikan masyarakat lalu lintas (Police Traffic Education). Pendidikan dan pembinaan masyarakat dalam rangka keamanan Lalu-lintas dengan kegiatan-kegiatan yang diarahkan terhadap : 1)      Masyarakat yang terorganisir adalah : (a)    Patroli Keamanan Sekolah (PKS). (b)    Pramuka Lantas. (c)     Kamra Lalu-lintas. 2)      Masyarakat yang tidak terorganisi...

AKP B. Gultom, S.E. : Fenomena Diskresi Kepolisian Bagi Polisi, Revitalisasi Kepercayaan Masyarakat (4)

Tribratanews.kepri.polri.go.id – Faktor -Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Diskresi Kepolisian Faktor Individu: Hati nurani,  Kecerdasan, Pengalaman,  Keberanian,  Keterampilan. Faktor Organisasi: Reward and punishment , Perlindungan hukum, Kelengkapan sarana dan prasarana, Pendidikan dan latihan diskresi. Faktor Masyarakat:Kebutuhan rasa aman, Kepercayaan terhadap polisi, Kesadaran hukum masyarakat. Faktor Individu sangat berperan dalam menentukan pilihan untuk menentukan keputusan mana yang harus dilakukan sehingga tujuan dari Diskresi Kepolisian tercapai. Dan Faktor Individu ini sangat ditentukan oleh Konsep Diri, Harga diri, Kreatifitas untuk menentukan putusan yang terbaik . Konsep diri : merupakan pandangan/gambaran dan sikap individu terhadap dirinya sendiri, baik dimensi fisik maupun psikologis, kekuatan maupun kelemahan dirinya, yang diperoleh melalui pengalaman dan interaksi sosial dalam kehidupan. Harga diri : adalah pandangan individu tenta...

Adakah Aturan tentang Daluwarsa Penyelesaian Perkara di Kepolisian?

Tribratanews.kepri.polri.go.id -Apabila kita melaporkan sesuatu kepada Kepolisian, misalnya laporan tindakan penganiayaan, dan sudah beberapa hari laporan tersebut belum ditindak lanjuti, apakah ada aturan dalam KUHAP mengenai batas waktu untuk menindaklanjuti laporan tersebut? Dan apa upaya hukum yang bisa dilakukan apabila kepolisian tidak menindaklanjuti laporan tersebut? Jawaban : Artikel di bawah ini adalah pemutakhiran yang kedua kali oleh  Tri Jata Ayu Pramesti, S.H.  dari artikel dengan judul   Batas Waktu Penyelesaian Perkara di Kepolisian  yang  dibuat oleh  Flora Dianti, S.H., M.H.  dari  DPC AAI Jakarta Pusat   dan pertama kali dipublikasikan pada   Senin, 05 Desember 2011 kemudian dimutakhirkan oleh  Tri Jata Ayu Pramesti, S.H.  dan dipublikasikan pada Rabu, 28 Februari 2018. Tidak ada aturan dalam  Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana  (KUHAP) mengenai batas waktu Kepolisian untuk menindak...