Langsung ke konten utama

Jangan Asal, Agar Tak Menyesal

Tribratanews.kepri.polri.go.id –

Pilkada atau pemilihan kepala daerah merupakan salah satu momen yang saat ini cukup populer di kalangan masyarakat umum hingga kalangan petinggi-petinggi daerah. Pilkada menjadi salah satu penentuan terhadap nasib daerah yang bersangkutan sebab secara perspektif tujuan pelaksanaan pilkada terbagi atas tiga hal yaitu pertama sebagai pemindahan konflik dari masyarakat kepada perwakilan politik dengan tujuan menjamin integrasi masyarakat, kedua, bertujuan untuk menjadi alat pembenaran bagi rezim yang berkuasa dan ketiga, dilakukan sebagai upaya untuk meyakinkan serta melibatkan individu dalam setiap proses politik yang terjadi.

Pengertian yang dapat ditangkap dari istilah pilkada secara sederhana adalah kesempatan yang diberikan kepada masyarakat untuk memilih secara langsung pempimpin yang dapat menyuarakan dan menyalurkan aspirasi mereka. Artinya bahwa pilkada menjadi sarana  penting dalam kehidupan suatu daerah yang memegang asas Demokrasi karena dapat memberi kesempatan berpartisipasi dalam politik bagi seluruh masyarakatnya.

Sebagai perwujudan asas kedaulatan rakyat yang menunjukan demokrasi terletak di tangan rakyat, maka saat ini masyarakat bisa menentukan sendiri wakil rakyat yang akan mengatur jalannya Pemerintahan. Oleh karena itu, pemilihan yang akan dilakukan ini harus benar-benar sesuai dengan kepentingan masyarakat secara luas karena akan berdampak besar bagi kehidupan mereka dalam jangka panjang. Melalui momen pemilihan ini, Pemerintahan yang aspiratif bisa memperoleh kepercayaan penuh dari masyarakat untuk memimpin kembali atau sebaliknya, jika tidak maka Pemerintahan tersebut akan terancam berakhir dan digantikan dengan Pemerintahan yang baru.

Sementara itu, bagi wakil rakyat/pemimpin yang terpilih diharapkan akan dapat mewakili aspirasi dan kepentingan orang-orang yang memilihnya. Pemberian suara yang pada dasarnya merupakan mandat yang diberikan oleh masyarakat kepada pemimpin yang telah dipercaya untuk menjalankan roda Pemerintahan harus dijaga dan dijalankan dengan sebaik-baiknya sehingga pemimpin yang terpilih akan terus mendapatkan legitimasi (keabsahan) dari masyarakat secara berkelanjutan.

Penulis : Rexi

Editor   : Edi

Publish : Tahang



from TRIBRATANEWS POLDA KEPRI https://ift.tt/2GmI3d4
via IFTTT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Reformasi Birokrasi Polri Dalam Bingkai Kemandirian Dan Profesionalitas

Tribratanews.kepri.polri.go.id – Kepolisian Negara Republik Indonesia, telah lahir, tumbuh dan berkembang menjadi organisasi kenegaraan seiring dengan sejarah perjalanan negara Republik Indonesia. Dalam perjalanan sejarahnya, Kepolisian Negara Republik Indonesia telah melalu berbagai macam peristiwa, yang tidak hanya menjadi bagian dari sejarah perjalanan organisasi Kepolisian Negara Republik Indonesia, namun juga menjadi bagian dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia.   Salah satu bagian dari perjalanan sejarah Kepolisian Negara Republik Indonesia tersebut adalah pergantian pucuk pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kapolri, yang disertai dengan berbagai macam gaya kepemimpinan dan kebijakan-kebijakan yang dikemukakan oleh para pemimpin Kepolisian Negara Republik Indonesia tersebut.   Reformasi yang sedang dilakukan oleh bangsa Indonesia mempunyai tujuan untuk mencapai suatu kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat yang berbentuk sebagai masyarakat...

Polda Kepri Selalu Menekan Tindak Pidana Peredaran narkoba di Wilayah Provinsi Kepulauan Riau

Tribratanews.kepri.polri.go.id –  Apa itu Narkoba?  Narkoba adalah obat berbahaya dan telah beredar secara populer di masyarakat, khususnya di kalangan pelajar. Hampir seluruh rakyat Indonesia mengetahui narkoba. Narkoba itu selalu dihindari karena berbahaya dan membuat orang kecanduan. Jika orang telah mengonsumsi narkoba, dan tiba-tiba tidak mengonsumsinya lagi, dia akan merasakan dorongan psikologis yang kuat untuk menkonsumsinya kembali. Terdapat 3 macam narkoba; narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Narkotika akan mengakibatkan perubahan kesadaran, mengurangi dan menghilangkan rasa sakit dan bisa menimbulkan ketergantungan (adiksi). Psikotropika mengubah susunan syaraf pusat sehingga mengganggu mental, dan mengubah perilaku. Zat adiktif berbahaya bagi tubuh karena merupakan zat kimia seperti etanol, inhalansia, tembakau. Peran Polda kepri dalam Memerangi Peredaran Narkoba. Polda Kepulauan riau Selalu melaksanakan sosialisasi, mengadakan pembicaraan tentang b...

Ancaman Pidana Bagi Netizen yang Berkomentar Body Shaming

Tribatanews.kepri.polri.go.id – Apakah komentar netizen yang berbau body shaming dapat dipidana? Apakah bisa dikenakan pasal penghinaan terhadap seseorang? Body shaming  adalah bentuk dari tindakan mengejek/menghina dengan mengomentari fisik (bentuk maupun ukuran tubuh) dan penampilan seseorang. Pada dasarnya penghinaan yang dilakukan melalui media sosial merupakan tindak pidana yang pelakunya dapat dijerat dengan Pasal 27 ayat (3) jo. Pasal 45 ayat (3)  Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana yang telah diubah oleh  Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik . Menjawab pertanyaan Anda, komentar berbau  body shaming  dapat dijerat dengan pasal penghinaan apabila korban merasa terhina dan melakukan aduan serta pelaku memenuhi seluruh unsur pidana dan telah melalui proses peradilan pidana. Apa ancaman pidana bagi pelaku? P...