Langsung ke konten utama

Begini Cara Supaya Kamu Tak jadi Korban Hoax

Tribatanews.kepri.polri.go.id – pendekatan social engineering dimanfaatkan penyebar informasi yang menyesatkan alias hoax. Kamu bisa saja menjadi salah satu korbannya.

 

Untuk menghindari supaya kamu tak jadi korban, berikut tipsnya :


1. Jangan langsung percaya dengan informasi yang kita terima dari media sosial, lakukan check and re-check dengan mencari referensi dari sumber lain.


2. Sebelum membagikan informasi, pikirkan dulu dampaknya bagi pembaca postingan tersebut.

3. Pilah sumber bacaan kamu. Hindari artikel dari media-media yang tidak kredibel.

4. Perhatikan domain yang digunakan, saat ini banyak situs yang menggunakan alamat mirip dengan situs-situs kredibel.


5. Salah satu cara untuk mengecek berita adalah melalui foto yang dipakai. Upload foto tersebut di Google Chrome, secara otomatis Chrome akan memberikan opsi foto sejenis. Dari sana kita bisa mengetahui foto itu berasal dari mana dan tentang peristiwa apa.

 

Banyaknya pengguna sosial media di Indonesia yaitu 106 juta pengguna aktif atau sekitar 40% dari penduduk Indonesia (sumber: laporan we are social Januari 2017) dimanfaatkan berbagai pihak untuk mendapatkan perhatian dan menggiring opini.


Tak ayal setiap detik pengguna sosial media dibanjiri berbagai konten secara masif. Apakah informasi itu ringan seputar humor, pengalaman liburan, berita keluarga/kerabat dll.

Pengguna sosial media sendiri memiliki dua peran, sebagai produser (pembuat) konten dan sekaligus sebagai user (pengguna). Setiap orang bisa menjadi publisher. Benar atau tidaknya informasi yang diterima akhirnya sangat tergantung sikap kritis pengguna.

Hoax sengaja dibuat untuk menipu pembaca atau pendengarnya untuk mempercayai sesuatu dan menggiring opini mereka agar mengikuti kemauan pembuat hoax.

Hoax sangat mudah disebarkan, dengan kemajuan teknologi digital yang ada saat ini mudah pula melacak kembali pelakunya. Mereka bertujuan mempengaruhi korban, dan membuat korban melakukan tindakan atas namanya.



from TRIBRATANEWS POLDA KEPRI https://ift.tt/2sv1BCj
via IFTTT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Reformasi Birokrasi Polri Dalam Bingkai Kemandirian Dan Profesionalitas

Tribratanews.kepri.polri.go.id – Kepolisian Negara Republik Indonesia, telah lahir, tumbuh dan berkembang menjadi organisasi kenegaraan seiring dengan sejarah perjalanan negara Republik Indonesia. Dalam perjalanan sejarahnya, Kepolisian Negara Republik Indonesia telah melalu berbagai macam peristiwa, yang tidak hanya menjadi bagian dari sejarah perjalanan organisasi Kepolisian Negara Republik Indonesia, namun juga menjadi bagian dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia.   Salah satu bagian dari perjalanan sejarah Kepolisian Negara Republik Indonesia tersebut adalah pergantian pucuk pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kapolri, yang disertai dengan berbagai macam gaya kepemimpinan dan kebijakan-kebijakan yang dikemukakan oleh para pemimpin Kepolisian Negara Republik Indonesia tersebut.   Reformasi yang sedang dilakukan oleh bangsa Indonesia mempunyai tujuan untuk mencapai suatu kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat yang berbentuk sebagai masyarakat...

Polda Kepri Selalu Menekan Tindak Pidana Peredaran narkoba di Wilayah Provinsi Kepulauan Riau

Tribratanews.kepri.polri.go.id –  Apa itu Narkoba?  Narkoba adalah obat berbahaya dan telah beredar secara populer di masyarakat, khususnya di kalangan pelajar. Hampir seluruh rakyat Indonesia mengetahui narkoba. Narkoba itu selalu dihindari karena berbahaya dan membuat orang kecanduan. Jika orang telah mengonsumsi narkoba, dan tiba-tiba tidak mengonsumsinya lagi, dia akan merasakan dorongan psikologis yang kuat untuk menkonsumsinya kembali. Terdapat 3 macam narkoba; narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Narkotika akan mengakibatkan perubahan kesadaran, mengurangi dan menghilangkan rasa sakit dan bisa menimbulkan ketergantungan (adiksi). Psikotropika mengubah susunan syaraf pusat sehingga mengganggu mental, dan mengubah perilaku. Zat adiktif berbahaya bagi tubuh karena merupakan zat kimia seperti etanol, inhalansia, tembakau. Peran Polda kepri dalam Memerangi Peredaran Narkoba. Polda Kepulauan riau Selalu melaksanakan sosialisasi, mengadakan pembicaraan tentang b...

Ancaman Pidana Bagi Netizen yang Berkomentar Body Shaming

Tribatanews.kepri.polri.go.id – Apakah komentar netizen yang berbau body shaming dapat dipidana? Apakah bisa dikenakan pasal penghinaan terhadap seseorang? Body shaming  adalah bentuk dari tindakan mengejek/menghina dengan mengomentari fisik (bentuk maupun ukuran tubuh) dan penampilan seseorang. Pada dasarnya penghinaan yang dilakukan melalui media sosial merupakan tindak pidana yang pelakunya dapat dijerat dengan Pasal 27 ayat (3) jo. Pasal 45 ayat (3)  Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana yang telah diubah oleh  Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik . Menjawab pertanyaan Anda, komentar berbau  body shaming  dapat dijerat dengan pasal penghinaan apabila korban merasa terhina dan melakukan aduan serta pelaku memenuhi seluruh unsur pidana dan telah melalui proses peradilan pidana. Apa ancaman pidana bagi pelaku? P...