Langsung ke konten utama

Hak-Hak Anak Itu Penting!

Tribatanews.kepri.polri.go.id – Akhir-akhir ini adalah ironi. Banyak anak menjadi korban kekerasan oleh orang terdekat dan ada yang berakhir tragis.


Perlu diketahui, ada sepuluh hak anak yang dibentuk pada 1923 oleh seorang tokoh perempuan yaitu Eglantyne Jebb. Hak ini diciptakan karena keinginan untuk melindungi, memperjuangkan dan menjamin masa depan anak. Saya juga yakin setelah semua pihak mengetahui hak-hak anak, semua akan lebih menjaga anak untuk penerus bangsa lebih baik.

Pertama, hak atas persamaan. Hak ini merupakan hak setiap anak untuk mendapatkan kesempatan untuk tumbuh sewajarnya dan beradaptasi dengan seusianya.

 

Kedua, hak untuk memiliki nama. Tentu setiap anak berhak memiliki nama dan tercatat di dokumen negara untuk memiliki hak kewarganegaraan.


Ketiga, hak memiliki kewarganegaraan. Setelah memiliki nama tentu anak harus memiliki hak kewarganegaraan untuk diakui oleh suatu negara dan dapat dilindungi juga oleh negara.

 

Keempat, hak atas perlindungan. Hak ini sangat perlu diperhatikan dan diingat para orangtua, pihak sekolah dan pemerintah di Indonesia, bahwa anak berhak mendapatkan perlindungan baik itu fisik, psikis, spiritual dan moral. Hal yang tidak melindungi anak merupakan suatu yang melanggar hak anak. Dengan menjaga anak dengan baik dan sewajarnya merupakan contoh hak atas perlindungan.

 

Kelima, hak atas makanan. Anak-anak harus dipenuhi kebutuhan utamanya yaitu mendapatkan asupan makanan yang layak, jangan sampai anak terlantar karena tidak mendapatkan asupan.

 

Keenam, hak atas pendidikan. Semua anak berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan informasi apapun yang didapat, selalu diawasi oleh orangtua atau guru agar informasi tidak menyimpang.

Ketujuh, hak atas kesehatan. Semua anak harus mendapatkan jaminan kesehatan yang layak pula. Jangan membiarkan anak tergeletak tak berdaya, harus segera dibawa ke ruang kesehatan apabila dia sakit dan membutuhkan pertolongan lebih lanjut.

 

Kedelapan, hak atas rekreasi. Hak ini perlu anak rasakan, terutama rekreasi bersama keluarga agar hubungan anak dengan orangtua lebih harmonis. Hal ini juga dapat mencegah kekerasan pada anak.


Kesembilan, hak bermain. Anak-anak pada umumnya selalu bermain karena dari bermain anak dapat sebuah pengetahuan baru dan mengenal dunia luar.

 

Terakhir, hak atas peran dan keterlibatan dalam pembangunan. Hak ini bermaksud untuk anak dapat mengambil keputusan sendiri tentunya dalam pengawasan orangtua.
Yang pada awalnya orangtua atau orang-orang mengabaikan hak anak dan menganggapnya hal sepele.


Kini setelah mengetahui sepuluh hak anak ini, semoga kekerasan pada anak akan berkurang karena muncul kepedulian untuk menjaga anak dalam situasi dan kondisi apapun. Sebagai orangtua khususnya tentu ingin menjaga anak sebaik mungkin karena anak adalah titipan dari Tuhan.

Untuk memberantas kasus kekerasan anak di Indonesia. Mari saling mengingatkan betapa anak sangat dibutuhkan untuk masa depan sebagai penerus negara dan agama. Dengan begitu, didiklah anak sebaik mungkin agar nanti kelak dia dewasa kebaikan selalu bersamanya.



from TRIBRATANEWS POLDA KEPRI https://ift.tt/2LJBBf4
via IFTTT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Reformasi Birokrasi Polri Dalam Bingkai Kemandirian Dan Profesionalitas

Tribratanews.kepri.polri.go.id – Kepolisian Negara Republik Indonesia, telah lahir, tumbuh dan berkembang menjadi organisasi kenegaraan seiring dengan sejarah perjalanan negara Republik Indonesia. Dalam perjalanan sejarahnya, Kepolisian Negara Republik Indonesia telah melalu berbagai macam peristiwa, yang tidak hanya menjadi bagian dari sejarah perjalanan organisasi Kepolisian Negara Republik Indonesia, namun juga menjadi bagian dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia.   Salah satu bagian dari perjalanan sejarah Kepolisian Negara Republik Indonesia tersebut adalah pergantian pucuk pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kapolri, yang disertai dengan berbagai macam gaya kepemimpinan dan kebijakan-kebijakan yang dikemukakan oleh para pemimpin Kepolisian Negara Republik Indonesia tersebut.   Reformasi yang sedang dilakukan oleh bangsa Indonesia mempunyai tujuan untuk mencapai suatu kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat yang berbentuk sebagai masyarakat...

Polda Kepri Selalu Menekan Tindak Pidana Peredaran narkoba di Wilayah Provinsi Kepulauan Riau

Tribratanews.kepri.polri.go.id –  Apa itu Narkoba?  Narkoba adalah obat berbahaya dan telah beredar secara populer di masyarakat, khususnya di kalangan pelajar. Hampir seluruh rakyat Indonesia mengetahui narkoba. Narkoba itu selalu dihindari karena berbahaya dan membuat orang kecanduan. Jika orang telah mengonsumsi narkoba, dan tiba-tiba tidak mengonsumsinya lagi, dia akan merasakan dorongan psikologis yang kuat untuk menkonsumsinya kembali. Terdapat 3 macam narkoba; narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Narkotika akan mengakibatkan perubahan kesadaran, mengurangi dan menghilangkan rasa sakit dan bisa menimbulkan ketergantungan (adiksi). Psikotropika mengubah susunan syaraf pusat sehingga mengganggu mental, dan mengubah perilaku. Zat adiktif berbahaya bagi tubuh karena merupakan zat kimia seperti etanol, inhalansia, tembakau. Peran Polda kepri dalam Memerangi Peredaran Narkoba. Polda Kepulauan riau Selalu melaksanakan sosialisasi, mengadakan pembicaraan tentang b...

Ancaman Pidana Bagi Netizen yang Berkomentar Body Shaming

Tribatanews.kepri.polri.go.id – Apakah komentar netizen yang berbau body shaming dapat dipidana? Apakah bisa dikenakan pasal penghinaan terhadap seseorang? Body shaming  adalah bentuk dari tindakan mengejek/menghina dengan mengomentari fisik (bentuk maupun ukuran tubuh) dan penampilan seseorang. Pada dasarnya penghinaan yang dilakukan melalui media sosial merupakan tindak pidana yang pelakunya dapat dijerat dengan Pasal 27 ayat (3) jo. Pasal 45 ayat (3)  Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana yang telah diubah oleh  Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik . Menjawab pertanyaan Anda, komentar berbau  body shaming  dapat dijerat dengan pasal penghinaan apabila korban merasa terhina dan melakukan aduan serta pelaku memenuhi seluruh unsur pidana dan telah melalui proses peradilan pidana. Apa ancaman pidana bagi pelaku? P...