Langsung ke konten utama

Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Bersosial Media

Tribatanews.kepri.polri.go.id – Bekomunikasi dengan sosial media memang menjadi tren di kalangan masyarakat saat ini. Tapi dengan sangat terbukanya informasi saat ini, banyak terjadi penyimpangan dalam bersosial media. Mulai dari kecil hingga awalnya kecil lalu membesar. Sehingga perlu adanya pelurusan kembali tentang tata cara bersosial media yang baik. Berikut beberapa hal yang sebaiknya kamu perhatikan dalam bersosial media :


1. Konsumsi umum

Kamu pasti tahu bahwa setiap status yang kamu posting, setiap foto yang kamu unggah, setiap video yang anda upload, setiap kabar yang kamu kabarkan ini akan menjadi konsumsi masyarakat umum. Maksudnya bahwa setiap postinganmu pasti akan dibaca atau diketahui atau bahkan disebarkan di khalayak banyak. Sehingga jika kamu menyebarkan sebuah postingan yang menyinggung pihak tertentu, tentu kamu dapat dituntut. Untuk itu, mari kita pikirkan ulang di setiap postingan kita dan setiap berita yang akan kita sebarkan. Apakah berita itu pantas? Apakah berita itu layak untuk dikonsumsi khalayak umum? Jangan sampai kita terkena peribahasa “senjata makan tuan.” Berniat baik untuk menginformasikan sesuatu kepada orang lain, malah kita yang disalahkan karena dianggap melanggar hukum dan menyebarkan fitnah. Sehingga perlu dipikirkan lagi apa yang akan kita unggah ke sosial media.

2. Pastikan informasi itu benar dan bermanfaat untuk umum

 


Sebelum kita menginformasikan sebuah informasi kepada orang lain. Harus kita cek dulu! Sudah benarkah informasi itu? Apakah itu hanya berita bohong saja? Apakah itu bermanfaat jika kita sebarkan? Kalau mungkin kita menyebarkan info kesehatan tentang manfaat buah dan sayuran tentu hal itu bermanfaat untuk umum. Tapi kalau merek makanan dan minuman yang dapat merusak kesehatan yang kurang jelas kebenarannya dan sumbernya tentu sebaiknya jangan di-posting. Karena bisa-bisa kita dituduh menjadi pembuat berita kaleng yang merugikan pihak merek makanan dan minuman tadi. Untuk itu sertakan pula data atau sumber untuk meyakinkan kepada khalayak ramai, dan menghindarkan kita dari julukan “pembuat berita kaleng” dan pelanggaran hak cipta. Jadi, sebelum kita mem-posting sesuatu pastikan dulu apakah informasi itu benar dan bermanfaat.

3. Jangan terpancing emosi

Terkadang di saat kita mengomentari sebuah topik yang mengganjal bagi diri kita itu akan menimbulkan percikan emosi bagi kita. Sehingga terkadang kita dalam berkomentar terpancing emosinya. Akhirnya terkadang menyalahkan orang lain tanpa bukti. Tentu anda dapat dituduh dengan tuduhan perbuatan menfitnah serta menjelek-jelekkan orang lain. Sehingga kita sendiri yang rugi karena tersulut emosi saat bermedia sosial. Misalnya lagi di saat ada artikel tentang tim sepak bola kesayanganmu. Kemudian ada orang yang berkomentar negatif tentang tim kesayanganmu. Lalu kamu sibuk menanggapi komentar-komentar itu. Sehingga waktu kita habis hanya untuk menanggapi komentar-komentar itu. Untuk itu, jangan terpancing emosi saat

menanggapi maupun mem-posting sesuatu.

4.  Niat baik belum tentu efeknya baik

Ada sebuah kisah ada seorang ibu yang berobat di sebuah klinik. Namun tak disangka dia korban malpraktek dari klinik tersebut. Lalu Ibu tersebut membagikan kisahnya di media sosial agar tidak ada orang lain tidak terkena malpraktek sepertinya. Alhasil Ibu tadi dilaporkan ke kepolisian oleh klinik tadi atas tuduhan penyebaran fitnah. Sehingga niat baik Ibu tadi memberikan efek buruk bagi diri Ibu tadi. Untuk itu, mari kita pikirkan lagi sebelum mem-posting sesuatu apakah efek itu baik untuk kita?

5. Aib bukan untuk disebar.

Jangan suka menyebar aib sesama. Agama sudah melarangnya. Apalagi kalau menyebarnya di media sosial. Bisa saling menyebarkan kebencian. Malah kita bisa dilaporkan ke kepolisian atas tuduhan perbuatan tidak menyenangkan. Jadi, jangan sekali-kali menyebar aib orang lain sebelum kita menjadi korban atas ulah kita sendiri

Untuk itu mari kita pikirkan dulu sebelum membuat status atau posting di media sosial. Ingat lima poin tadi agar kita tidak terjerumus karena media sosial. Semoga hal-hal di atas dapat menjadi langkah-langkah bijak bersosial media sehingga ada manfaat yang didapat dari bersosial media bukan malah kerugian.



from TRIBRATANEWS POLDA KEPRI https://ift.tt/2H8Zvxc
via IFTTT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Reformasi Birokrasi Polri Dalam Bingkai Kemandirian Dan Profesionalitas

Tribratanews.kepri.polri.go.id – Kepolisian Negara Republik Indonesia, telah lahir, tumbuh dan berkembang menjadi organisasi kenegaraan seiring dengan sejarah perjalanan negara Republik Indonesia. Dalam perjalanan sejarahnya, Kepolisian Negara Republik Indonesia telah melalu berbagai macam peristiwa, yang tidak hanya menjadi bagian dari sejarah perjalanan organisasi Kepolisian Negara Republik Indonesia, namun juga menjadi bagian dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia.   Salah satu bagian dari perjalanan sejarah Kepolisian Negara Republik Indonesia tersebut adalah pergantian pucuk pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kapolri, yang disertai dengan berbagai macam gaya kepemimpinan dan kebijakan-kebijakan yang dikemukakan oleh para pemimpin Kepolisian Negara Republik Indonesia tersebut.   Reformasi yang sedang dilakukan oleh bangsa Indonesia mempunyai tujuan untuk mencapai suatu kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat yang berbentuk sebagai masyarakat...

Polda Kepri Selalu Menekan Tindak Pidana Peredaran narkoba di Wilayah Provinsi Kepulauan Riau

Tribratanews.kepri.polri.go.id –  Apa itu Narkoba?  Narkoba adalah obat berbahaya dan telah beredar secara populer di masyarakat, khususnya di kalangan pelajar. Hampir seluruh rakyat Indonesia mengetahui narkoba. Narkoba itu selalu dihindari karena berbahaya dan membuat orang kecanduan. Jika orang telah mengonsumsi narkoba, dan tiba-tiba tidak mengonsumsinya lagi, dia akan merasakan dorongan psikologis yang kuat untuk menkonsumsinya kembali. Terdapat 3 macam narkoba; narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Narkotika akan mengakibatkan perubahan kesadaran, mengurangi dan menghilangkan rasa sakit dan bisa menimbulkan ketergantungan (adiksi). Psikotropika mengubah susunan syaraf pusat sehingga mengganggu mental, dan mengubah perilaku. Zat adiktif berbahaya bagi tubuh karena merupakan zat kimia seperti etanol, inhalansia, tembakau. Peran Polda kepri dalam Memerangi Peredaran Narkoba. Polda Kepulauan riau Selalu melaksanakan sosialisasi, mengadakan pembicaraan tentang b...

Ancaman Pidana Bagi Netizen yang Berkomentar Body Shaming

Tribatanews.kepri.polri.go.id – Apakah komentar netizen yang berbau body shaming dapat dipidana? Apakah bisa dikenakan pasal penghinaan terhadap seseorang? Body shaming  adalah bentuk dari tindakan mengejek/menghina dengan mengomentari fisik (bentuk maupun ukuran tubuh) dan penampilan seseorang. Pada dasarnya penghinaan yang dilakukan melalui media sosial merupakan tindak pidana yang pelakunya dapat dijerat dengan Pasal 27 ayat (3) jo. Pasal 45 ayat (3)  Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana yang telah diubah oleh  Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik . Menjawab pertanyaan Anda, komentar berbau  body shaming  dapat dijerat dengan pasal penghinaan apabila korban merasa terhina dan melakukan aduan serta pelaku memenuhi seluruh unsur pidana dan telah melalui proses peradilan pidana. Apa ancaman pidana bagi pelaku? P...