Langsung ke konten utama

KAPOLRI : Terorisme Bukan Islam

Tribatanews.kepri.polri.go.id – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jendral Polisi Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian M.A., Ph.D menolak anggapan aksi terorisme berkaitan dengan islam atau sebaliknya.


Menurut Kapolri, sejumlah kalangan atau kelompok tertentu telah membajak dan mengartikan ajaran Islam untuk mencapai tujuan pribadi.


“Terorisme bukan berarti Islam. Islam bukan berarti terorisme. Tapi ada ajaran Islam yang dibajak dan diartikan berbeda-beda oleh kelompok untuk mencapai tujuan mereka. Islam adalah agama yang damai,” kata Kapolri Jendral Polisi Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian M.A., Ph.D.


Kapolri menjelaskan, teroris tidak hanya berasal dari kalangan pemeluk agama Islam. Menurutnya, dalam sejumlah kasus teror pelaku justru berasal dari agama lain.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan yang hadir dalam acara mengapresiasi orasi ilmiah Kapolri. Dia menilai, orasi ilmiah Kapolri
Jendral Polisi Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian M.A., Ph.D sangat komprehensif.

Luhut pun memuji Kapolri yang menggabungkan dua hal, yakni status sebagai praktisi dan akademika, menjadi satu. Dia meyakini, Kapolri Jendral Polisi Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian M.A., Ph.D dapat membawa Polri menjadi lebih baik dalam mengamankan negara.


“Bangga dengan pengangkatan Pak Tito profesor. Menurut saya, sangat pantas sekali. pidatonya juga tadi sangat komprehensif,” kata dia.


“Kita menyadari ada kelompok kecil menyalahgunakan itu kemudian melakukan aksi kekerasan.

 

Itu persoalanya apapun tujuanya kata dia Pulau Jawa menjadi sasaran para pelaku teror saat ini, kata Kapolri, karena mayoritas penduduk Indonesia tinggal di pulau ini.

“Jawa ada 140 juta penduduk saat ini merupakan hutan belantara manusia dan ini adalah sangat ideal untuk urban warfare, perang kota,” tutur Jenderal bintang empat itu.



from TRIBRATANEWS POLDA KEPRI https://ift.tt/2JhlI1c
via IFTTT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Reformasi Birokrasi Polri Dalam Bingkai Kemandirian Dan Profesionalitas

Tribratanews.kepri.polri.go.id – Kepolisian Negara Republik Indonesia, telah lahir, tumbuh dan berkembang menjadi organisasi kenegaraan seiring dengan sejarah perjalanan negara Republik Indonesia. Dalam perjalanan sejarahnya, Kepolisian Negara Republik Indonesia telah melalu berbagai macam peristiwa, yang tidak hanya menjadi bagian dari sejarah perjalanan organisasi Kepolisian Negara Republik Indonesia, namun juga menjadi bagian dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia.   Salah satu bagian dari perjalanan sejarah Kepolisian Negara Republik Indonesia tersebut adalah pergantian pucuk pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kapolri, yang disertai dengan berbagai macam gaya kepemimpinan dan kebijakan-kebijakan yang dikemukakan oleh para pemimpin Kepolisian Negara Republik Indonesia tersebut.   Reformasi yang sedang dilakukan oleh bangsa Indonesia mempunyai tujuan untuk mencapai suatu kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat yang berbentuk sebagai masyarakat...

Polda Kepri Selalu Menekan Tindak Pidana Peredaran narkoba di Wilayah Provinsi Kepulauan Riau

Tribratanews.kepri.polri.go.id –  Apa itu Narkoba?  Narkoba adalah obat berbahaya dan telah beredar secara populer di masyarakat, khususnya di kalangan pelajar. Hampir seluruh rakyat Indonesia mengetahui narkoba. Narkoba itu selalu dihindari karena berbahaya dan membuat orang kecanduan. Jika orang telah mengonsumsi narkoba, dan tiba-tiba tidak mengonsumsinya lagi, dia akan merasakan dorongan psikologis yang kuat untuk menkonsumsinya kembali. Terdapat 3 macam narkoba; narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Narkotika akan mengakibatkan perubahan kesadaran, mengurangi dan menghilangkan rasa sakit dan bisa menimbulkan ketergantungan (adiksi). Psikotropika mengubah susunan syaraf pusat sehingga mengganggu mental, dan mengubah perilaku. Zat adiktif berbahaya bagi tubuh karena merupakan zat kimia seperti etanol, inhalansia, tembakau. Peran Polda kepri dalam Memerangi Peredaran Narkoba. Polda Kepulauan riau Selalu melaksanakan sosialisasi, mengadakan pembicaraan tentang b...

Ancaman Pidana Bagi Netizen yang Berkomentar Body Shaming

Tribatanews.kepri.polri.go.id – Apakah komentar netizen yang berbau body shaming dapat dipidana? Apakah bisa dikenakan pasal penghinaan terhadap seseorang? Body shaming  adalah bentuk dari tindakan mengejek/menghina dengan mengomentari fisik (bentuk maupun ukuran tubuh) dan penampilan seseorang. Pada dasarnya penghinaan yang dilakukan melalui media sosial merupakan tindak pidana yang pelakunya dapat dijerat dengan Pasal 27 ayat (3) jo. Pasal 45 ayat (3)  Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana yang telah diubah oleh  Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik . Menjawab pertanyaan Anda, komentar berbau  body shaming  dapat dijerat dengan pasal penghinaan apabila korban merasa terhina dan melakukan aduan serta pelaku memenuhi seluruh unsur pidana dan telah melalui proses peradilan pidana. Apa ancaman pidana bagi pelaku? P...