Langsung ke konten utama

Kopi dan Efek Buruknya Kalau Diminum Berlebihan

Tribatanews.kepri.polri.go.id – Kopi merupakan minuman yang sudah populer sejak dulu. Karena itulah merk–merk kopi bertebaran di antero pasar dan franchise kedai kopi dari Seattle begitu laku dibeli.


Kandungan kafein dari kopi terbukti ampuh untuk begadang semalam suntuk.

Menurut para ahli kesehatan, kopi mengandung senyawa kafein berbentuk kristal yang memiliki rasa pahit dan bekerja menghasilkan psikotonik yang kuat dan diuretik ringan.


Namun, efek buruk kopi tentu tak bisa dipandang sebelah mata. Kecanduan akan kopi membuat para pengonsumsi akan mengalami ketergantungan. Beberapa mengaku jika tak mengonsumsi kopi menjadi lemas, pusing, dan mudah mengantuk.


Bahaya kopi untuk kesehatan apabila dikonsumsi berlebihan adalah:

1.    Menyebabkan detak jantung yang lebih cepat dari biasanya. Hal inilah yang membuat pengonsumsi kopi menjadi mudah marah. Selain itu, bagi yang mengalami gejala serangan jantung lebih baik tidak meminum kopi sama sekali.

2.    Dapat menimbulkan sakit maag karena asam dari kopi membuat asam lambung meningkat.

3.    Ada resiko stroke dan serangan jantung karena dapat meningkatkan kolestrol jahat pada tubuh, serta darah yang lebih pekat. Hal ini menimbulkan endapan lemak dan penyempitan pembuluh darah.

4.    Menimbulkan insomnia.

5.    Dapat melemahkan daya tahan tubuh karena kafein dapat menyerap mineral dan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh anda. Minum kopi dapat membuat pengonsumsi kehilangan cairan dalam tubuh.

6.    Menyebabkan kram otot yang menyebabkan ngilu dan kram pada otot karena kandungan kafein bisa mengurangi kadar keratin serum pada tubuh.

7.    Perubahan hormon tak stabil

8.    Gangguan mood

9.    Pusing/vertigo

10.  Konstipasi

11.  Bisa menyebabkan exfoliation glaucoma atau gangguan pada mata. Jae Hee Kang, asisten profesor kedokteran di Channing Division of Network Medicine di Brigham and Women’s Hospital di Boston mengemukakan bahwa minum kopi tiga cangkir sehari dapat meningkatkan gangguan glaukoma.

12.  Keseimbangan lemak menurun akibat kafein.

13.  Berkeringat akibat keluarna asal gastrat dari tubuh.

14.  Kafein menyebabkan iritasi usus.

15.  Melemahkan sel otak.

16.  Stres karena kafein dapat melepaskan hormon stres.

17.  Mineral dalam kopi mempengaruhi penyerapan zat besi dalam tubuh dan mengurangi kemampuan ginjal untuk mempertahankan zat–zat dan mineral penting yang diperlukan tubuh.

Begitu banyak efek buruk kopi, terutama bagi yang berusia muda. Masa tua dapat terancam apabila dari muda tidak dikontrol pengkonsumsiannya. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat memberi kesadaran lebih tentang kopi.



from TRIBRATANEWS POLDA KEPRI https://ift.tt/2smwhGF
via IFTTT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Pokok, Fungsi dan Peranan Polisi Lalu-lintas (POLANTAS)

Tribratanews.kepri.polri.go.id – Tugas Polisi Lalu Lintas adalah melaksanakan Tugas Polri di bidang Lalu-lintas yang meliputi segala usaha, pekerjaan dan kegiatan dalam pengendalian Lalu-lintas untuk mencegah dan meniadakan segala bentuk gangguan serta ancaman agar terjamin keamanan, ketertiban, keselamatan dan kelancaran Lalu-lintas di jalan umum. Fungsi Polisi Lalu-lintas Fungsi Polisi Lalu Lintas adalah penyelenggaraan tugas Polri di bidang Lalu-lintas yang merupakan penjabaran kemampuan teknis profesional yang meliputi : Pendidikan masyarakat lalu lintas (Police Traffic Education). Pendidikan dan pembinaan masyarakat dalam rangka keamanan Lalu-lintas dengan kegiatan-kegiatan yang diarahkan terhadap : 1)      Masyarakat yang terorganisir adalah : (a)    Patroli Keamanan Sekolah (PKS). (b)    Pramuka Lantas. (c)     Kamra Lalu-lintas. 2)      Masyarakat yang tidak terorganisi...

AKP B. Gultom, S.E. : Fenomena Diskresi Kepolisian Bagi Polisi, Revitalisasi Kepercayaan Masyarakat (4)

Tribratanews.kepri.polri.go.id – Faktor -Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Diskresi Kepolisian Faktor Individu: Hati nurani,  Kecerdasan, Pengalaman,  Keberanian,  Keterampilan. Faktor Organisasi: Reward and punishment , Perlindungan hukum, Kelengkapan sarana dan prasarana, Pendidikan dan latihan diskresi. Faktor Masyarakat:Kebutuhan rasa aman, Kepercayaan terhadap polisi, Kesadaran hukum masyarakat. Faktor Individu sangat berperan dalam menentukan pilihan untuk menentukan keputusan mana yang harus dilakukan sehingga tujuan dari Diskresi Kepolisian tercapai. Dan Faktor Individu ini sangat ditentukan oleh Konsep Diri, Harga diri, Kreatifitas untuk menentukan putusan yang terbaik . Konsep diri : merupakan pandangan/gambaran dan sikap individu terhadap dirinya sendiri, baik dimensi fisik maupun psikologis, kekuatan maupun kelemahan dirinya, yang diperoleh melalui pengalaman dan interaksi sosial dalam kehidupan. Harga diri : adalah pandangan individu tenta...

Adakah Aturan tentang Daluwarsa Penyelesaian Perkara di Kepolisian?

Tribratanews.kepri.polri.go.id -Apabila kita melaporkan sesuatu kepada Kepolisian, misalnya laporan tindakan penganiayaan, dan sudah beberapa hari laporan tersebut belum ditindak lanjuti, apakah ada aturan dalam KUHAP mengenai batas waktu untuk menindaklanjuti laporan tersebut? Dan apa upaya hukum yang bisa dilakukan apabila kepolisian tidak menindaklanjuti laporan tersebut? Jawaban : Artikel di bawah ini adalah pemutakhiran yang kedua kali oleh  Tri Jata Ayu Pramesti, S.H.  dari artikel dengan judul   Batas Waktu Penyelesaian Perkara di Kepolisian  yang  dibuat oleh  Flora Dianti, S.H., M.H.  dari  DPC AAI Jakarta Pusat   dan pertama kali dipublikasikan pada   Senin, 05 Desember 2011 kemudian dimutakhirkan oleh  Tri Jata Ayu Pramesti, S.H.  dan dipublikasikan pada Rabu, 28 Februari 2018. Tidak ada aturan dalam  Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana  (KUHAP) mengenai batas waktu Kepolisian untuk menindak...