Langsung ke konten utama

Pengidap HIV Bukan Horor atau Manusia Aneh

Tribatanews.kepri.polri.go.id – HIV tidak bisa menular lewat keringat atau urine. Virus HIV tergolong virus lemah, tidak bisa bertahan lama di luar tubuh manusia. Virus HIV bisa ditemukan di dalam (Maaf) cairan sperma, darah, cairan anus, cairan vagina dan Air Susu Ibu (ASI). Penularannya melalui hubungan seks tidak aman atau tidak normal dan pertukaran jarum suntik pengguna narkotika.

Positif HIV dini dengan penanganan kesehatan efektif dan baik, rutin minum obat akan tetap hidup normal, tidak akan berubah menjadi AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome), sekumpulan gejala infeksi atau sindrom, akibat rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia disebabkan infeksi virus HIV.

Bahwa benar pengidap positif HIV, bukan horor atau manusia aneh untuk dijauhi, itu sebabnya penyandang HIV, juga punya hak dan kewajiban sama persis, ikut memilih calon pilihannya di pilkada maupun pemilihan umum di negeri ini kapanpun, di manapun. HIV bukan virus terbang seperti lalat atau nyamuk. Teman tetaplah menjadi sahabat terbaik.

Menghargai diri, menghormati perbedaan pada sesama. Siapapun kita kini, ada saatnya untuk kembali ke haribaan Sang Pencipta dengan seksama secara apapun. Bekal terbaik dihidup ini, bijaksana menjaga hati menghormati sesama. Semoga bermanfaat.



from TRIBRATANEWS POLDA KEPRI https://ift.tt/2J5RquQ
via IFTTT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Reformasi Birokrasi Polri Dalam Bingkai Kemandirian Dan Profesionalitas

Tribratanews.kepri.polri.go.id – Kepolisian Negara Republik Indonesia, telah lahir, tumbuh dan berkembang menjadi organisasi kenegaraan seiring dengan sejarah perjalanan negara Republik Indonesia. Dalam perjalanan sejarahnya, Kepolisian Negara Republik Indonesia telah melalu berbagai macam peristiwa, yang tidak hanya menjadi bagian dari sejarah perjalanan organisasi Kepolisian Negara Republik Indonesia, namun juga menjadi bagian dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia.   Salah satu bagian dari perjalanan sejarah Kepolisian Negara Republik Indonesia tersebut adalah pergantian pucuk pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kapolri, yang disertai dengan berbagai macam gaya kepemimpinan dan kebijakan-kebijakan yang dikemukakan oleh para pemimpin Kepolisian Negara Republik Indonesia tersebut.   Reformasi yang sedang dilakukan oleh bangsa Indonesia mempunyai tujuan untuk mencapai suatu kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat yang berbentuk sebagai masyarakat...

Polda Kepri Selalu Menekan Tindak Pidana Peredaran narkoba di Wilayah Provinsi Kepulauan Riau

Tribratanews.kepri.polri.go.id –  Apa itu Narkoba?  Narkoba adalah obat berbahaya dan telah beredar secara populer di masyarakat, khususnya di kalangan pelajar. Hampir seluruh rakyat Indonesia mengetahui narkoba. Narkoba itu selalu dihindari karena berbahaya dan membuat orang kecanduan. Jika orang telah mengonsumsi narkoba, dan tiba-tiba tidak mengonsumsinya lagi, dia akan merasakan dorongan psikologis yang kuat untuk menkonsumsinya kembali. Terdapat 3 macam narkoba; narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Narkotika akan mengakibatkan perubahan kesadaran, mengurangi dan menghilangkan rasa sakit dan bisa menimbulkan ketergantungan (adiksi). Psikotropika mengubah susunan syaraf pusat sehingga mengganggu mental, dan mengubah perilaku. Zat adiktif berbahaya bagi tubuh karena merupakan zat kimia seperti etanol, inhalansia, tembakau. Peran Polda kepri dalam Memerangi Peredaran Narkoba. Polda Kepulauan riau Selalu melaksanakan sosialisasi, mengadakan pembicaraan tentang b...

Ancaman Pidana Bagi Netizen yang Berkomentar Body Shaming

Tribatanews.kepri.polri.go.id – Apakah komentar netizen yang berbau body shaming dapat dipidana? Apakah bisa dikenakan pasal penghinaan terhadap seseorang? Body shaming  adalah bentuk dari tindakan mengejek/menghina dengan mengomentari fisik (bentuk maupun ukuran tubuh) dan penampilan seseorang. Pada dasarnya penghinaan yang dilakukan melalui media sosial merupakan tindak pidana yang pelakunya dapat dijerat dengan Pasal 27 ayat (3) jo. Pasal 45 ayat (3)  Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana yang telah diubah oleh  Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik . Menjawab pertanyaan Anda, komentar berbau  body shaming  dapat dijerat dengan pasal penghinaan apabila korban merasa terhina dan melakukan aduan serta pelaku memenuhi seluruh unsur pidana dan telah melalui proses peradilan pidana. Apa ancaman pidana bagi pelaku? P...