Langsung ke konten utama

Mengatasi Lika-Liku Dalam Keluarga

Tribratanews.kepri.polri.go.id – Keluarga harmonis merupakan dambaan setiap pasangan. Tapi kita harus mengakui bahwa tak ada yang sempurna didunia ini. Semua bisa berubah sesuai kondisi, termasuk didalamnya tentang sebuah keluarga. Keluarga yang harmonis bukan berarti keluarga yang tidak pernah ada perselisihan, tapi keluarga yang bisa menyelesaikan setiap masalah dikehidupannya dengan baik. Tidak harus ada yang sempurna dalam segala hal, cukuplah saling melengkapi satu sama lain. Banyak hal yang tidak disadari sehingga menjadi pemicu penyebab suami istri tidak harmonis, penyebab suami bosan dengan istri dalam rumah tangga, atau penyebab suami istri sering bertengkar dalam rumah tangga. Masalah dalam keluarga bisa teratasi dengan saling pengertian baik untuk suami, istri dan anak. Banyak penyebab broken home dalam keluarga, apabila kita tidak bisa berpikiran luas dalam membangun rumah tangga.
Rumah tangga baiknya berdiri diatas pondasi yang kuat antara sesama anggota keluarga. Adanya hubungan yang kuat antara suami, istri dan anak adalah kuncinya. Permasalahan yang muncul bisa dihadapi bersama tanpa ada kata perpisahan. Justru permasalahan yang muncul bukan untuk jadi alasan perpecahan melainkan untuk menambah semangat persatuan dalam keluarga
menanggapi masalah dalam keluargaa, bukan berarti Anda harus menyerah bahkan memutuskan untuk berpisah satu dengan yang lainnya. Segala masalah yang ada, termasuk cara mengatasi masalah keluarga, adalah hal bijaksana yang harus Anda utamakan dan bukan untuk dihindari atau membuat Anda menyerah.
Jika Anda sering mengalami perberdebatan dan pertengkaran dengan pasangan Anda, diberikan cara mengatasi masalah keluarga yang bisanya timbul dari pertengkaran suami istri. Beradu argumen dengan pasangan cenderung dimulai dengan hal sepele tetapi dapat berakhir dan membuat hubungan tidak menyenangkan, sehingga yang terbaik bahwa Anda dan pasangan mengetahui cara mengatasi masalah keluarga sejak awal.

Menenangkan pikiran
Apabila pertengkaran atau kesalah pahaman terjadi, akan membuat pikiran kacau balau. Cara berpikir menjadi rumit dan tidak jernih. Jangan sekali-kali membuat keputusan dikala marah, disaat emosi mendominasi diri. Berhenti bertengkar dan cari cara menenangkan hati dan pikiran saat ada masalah serta cara meredam emosi.Setelah pikiran tenang baru bisa melanjutkan pembicaraan.
Kontrol emosi Anda
Emosi menjadi hal penting dalam membicarakan masalah. Kontrol emosi kamu saat berbicara, jangan menuduh pada hal yang kurang baik tanpa bukti nyata. Tetaplah calm down, ini membantu agar suasana tidak menjadi memanas lagi. Tujuan utama membicarakan masalah adalah bukan mencari siapa yang salah dan siapa yang benar tapi mencari solusi dan jalan keluar.

Berpikir sebelum bicara
Tekanan konflik bisa membuat seseorang jadi lebih sensitif dan emosional. Kamu mungkin jadi gampang marah, tersinggung, atau bahkan menangis. Untuk menghadapi masalah, setiap orang harus menjaga lisan dengan sebaik-baiknya

Bukan kamu atau aku namun kita
Dalam sebuah konflik keluarga, banyak pihak yang akan terlibat. Ada ayah, ibu, kakak, adik, bahkan suami atau istrimu. Pikirkan solusi yang bisa memuaskan semua orang. Nggak boleh memihak atau berat sebelah. Kamu nggak boleh merasa benar dan memilih jalan keluar yang pas buat dirimu sendiri.

Tanyakan pada diri sendiri
Kalau kamu masih mati-matian ingin membuktikan bahwa kamu benar dan anggota keluarga kamu yang lain salah, kamu akan kesulitan memahami masalah dari sisi mereka. Bisa juga sulit untuk menentukan siapa yang salah dan yang benar. Kamu merasa adikmu salah dan kamu benar. Adikmu merasa kamu yang salah dan dia yang benar. Itu manusiawi banget.
Jadi, fokuskan pikiranmu buat menyelesaikan konflik, bukan bikin masalah baru dengan membahas siapa yang benar dan siapa yang salah.
Musyawarah
Dalam keluarga, musyawarah juga bisa jadi cara yang paling tepat untuk mengatasi konflik. Melalui diskusi yang panjang dan melibatkan semua anggota keluarga, akan didapat solusi untuk kepentingan bersama. Tentu saja, proses musyawarah harus mencapai kata mufakat, dimana semua anggota musyawarah setuju dengan hasil atau keputusan yang diambil.
Sadar akan kodrat kita
Manusia itu tempatnya salah dan dosa. Jadi, jika kata-kata suamimu menyakitkan atau menyinggung hatimu, sabar aja. Yakinlah kalau dia sebenarnya nggak berniat menyakitimu dan membuatmu menangis. Pikirkan bahwa kamu dan suamimu adalah dua orang baik yang sedang berada dalam masa sulit. Kamu mungkin cuma salah paham.
Sebaiknya, sama-sama belajar untuk lebih ikhlas menerima dan nggak saling menghakimi. Jika kamu bisa bersikap toleran, maka dia juga akan melakukan hal yang sama.
Saling memaafkan
Manusia emang punya kecenderungan sulit memaafkan. Kecewa atau sakit hati membuat kamu membentengi hatimu. Kamu merasa nggak adil kalau orang yang sudah berbuat salah itu dimaafkan dan nggak dihukum.
Sikap seperti itu nyatanya justru membuatmu semakin menderita. Kamu terus saja dihantui rasa marah dan benci. Alih-alih menyelesaikan konflik, udah pasti hidupmu sendiri nggak akan tenang. Percaya deh kalau jadi seorang pemaaf itu bikin segala sesuatu dalam hidupmu jadi lebih mudah.
Minta bantuan orang ketiga sebagai penengah
Jika mencari jalan keluar tidak bisa dilakukan hanya berdua, ada baiknya meminta bantuan orang ketiga sebagai penengahnya. Pilihlah orang yang benar-benar dipercaya dan bersifat netral (tidak memihak) dan mengetahui bagaimana cara mendamaikan keluarga yang bertengkar. Orang ketiga ini akan melihat dari sudut pandang yang lain dan membantu mencari jalan keluar. Bisa dipilih dari keluarga dekat atau juga bisa dari luar keluarga yang sekiranya punya pemikiran lebih dewasa.

Harus Punya Resolusi
– Renungkan kembali semua yang sudah terjadi. Runut ulang setiap kejadian. Kenapa masalah itu bisa muncul? Gimana rasanya saat semua keluarga sedang bersitegang? Lalu, masing-masing mulai menenangkan diri dan bicara. Akhirnya, kamu sampai di posisimu saat ini. Konflik keluargamu udah selesai.

– Selanjutnya, mulailah membuat resolusi untuk hari esok. Apa yang bisa kamu lakukan agar konflik yang sama nggak terulang lagi? Coba pikirkan tentang apa yang harus diubah dan diperbaiki agar keluargamu bisa tetap baik-baik saja.

– Mengalami konflik keluarga tentu bukan hal yang menyenangkan. Sebisa mungkin berusahalah untuk menyelesaikan masalah yang datang dengan bersikap dewasa.



from TRIBRATANEWS POLDA KEPRI https://ift.tt/2mYDTvY
via IFTTT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Reformasi Birokrasi Polri Dalam Bingkai Kemandirian Dan Profesionalitas

Tribratanews.kepri.polri.go.id – Kepolisian Negara Republik Indonesia, telah lahir, tumbuh dan berkembang menjadi organisasi kenegaraan seiring dengan sejarah perjalanan negara Republik Indonesia. Dalam perjalanan sejarahnya, Kepolisian Negara Republik Indonesia telah melalu berbagai macam peristiwa, yang tidak hanya menjadi bagian dari sejarah perjalanan organisasi Kepolisian Negara Republik Indonesia, namun juga menjadi bagian dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia.   Salah satu bagian dari perjalanan sejarah Kepolisian Negara Republik Indonesia tersebut adalah pergantian pucuk pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kapolri, yang disertai dengan berbagai macam gaya kepemimpinan dan kebijakan-kebijakan yang dikemukakan oleh para pemimpin Kepolisian Negara Republik Indonesia tersebut.   Reformasi yang sedang dilakukan oleh bangsa Indonesia mempunyai tujuan untuk mencapai suatu kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat yang berbentuk sebagai masyarakat...

Polda Kepri Selalu Menekan Tindak Pidana Peredaran narkoba di Wilayah Provinsi Kepulauan Riau

Tribratanews.kepri.polri.go.id –  Apa itu Narkoba?  Narkoba adalah obat berbahaya dan telah beredar secara populer di masyarakat, khususnya di kalangan pelajar. Hampir seluruh rakyat Indonesia mengetahui narkoba. Narkoba itu selalu dihindari karena berbahaya dan membuat orang kecanduan. Jika orang telah mengonsumsi narkoba, dan tiba-tiba tidak mengonsumsinya lagi, dia akan merasakan dorongan psikologis yang kuat untuk menkonsumsinya kembali. Terdapat 3 macam narkoba; narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Narkotika akan mengakibatkan perubahan kesadaran, mengurangi dan menghilangkan rasa sakit dan bisa menimbulkan ketergantungan (adiksi). Psikotropika mengubah susunan syaraf pusat sehingga mengganggu mental, dan mengubah perilaku. Zat adiktif berbahaya bagi tubuh karena merupakan zat kimia seperti etanol, inhalansia, tembakau. Peran Polda kepri dalam Memerangi Peredaran Narkoba. Polda Kepulauan riau Selalu melaksanakan sosialisasi, mengadakan pembicaraan tentang b...

Ancaman Pidana Bagi Netizen yang Berkomentar Body Shaming

Tribatanews.kepri.polri.go.id – Apakah komentar netizen yang berbau body shaming dapat dipidana? Apakah bisa dikenakan pasal penghinaan terhadap seseorang? Body shaming  adalah bentuk dari tindakan mengejek/menghina dengan mengomentari fisik (bentuk maupun ukuran tubuh) dan penampilan seseorang. Pada dasarnya penghinaan yang dilakukan melalui media sosial merupakan tindak pidana yang pelakunya dapat dijerat dengan Pasal 27 ayat (3) jo. Pasal 45 ayat (3)  Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana yang telah diubah oleh  Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik . Menjawab pertanyaan Anda, komentar berbau  body shaming  dapat dijerat dengan pasal penghinaan apabila korban merasa terhina dan melakukan aduan serta pelaku memenuhi seluruh unsur pidana dan telah melalui proses peradilan pidana. Apa ancaman pidana bagi pelaku? P...