Langsung ke konten utama

Etika dan Sopan Santun Dalam Sosial Media

Tribratanews.kepri.polri.go.id –Sebagai pengguna sosmed tentu kita tidak ingin bersinggungan dengan kasus pidana tersebut. Untuk itulah saat bersosial media hendaklah kita menyikapinya dengan bijak atas komentar atau argument yang di sosmed baik itu komentar positif atau komentar yang negatif. Terima saja komentar atau argument itu berfikir positif thingking dan jadikan sosmed sebagai sarana informative, inovativ, actual, factual dan motivasi perbaikan diri apabila ada komentar negatif.
untuk itu ber social media hendaknya kita mengenal etika dan sopan santun sehingga kita tidak terjebak dalam hiruk pikik komentar – komentar yang bisa membawa kita ke hadapan hukum, di sini saya mencoba menjelaskan etika dan sopan santun dalam ber social media antara lain Sbb :

  1. Pakai Bahasa Yang Tepat.

Pakailah Bahasa yang tepat dan sopan serta santun dengan siapapun kita berinteraksi dan kiranya kita perlu memahami dengan siapa kita berinteraksi. Salah satu cara mengetahui Bahasa yang cocok untuk berinteraksi adalah dengan membaca gaya Bahasa saat yang bersangkutan berkirim pesan atau komentar atau saat menulis status atau merespon status orang lain. Karena dengan membaca komentar kadang masing – masing orang bermacam – macam persepsi, berbeda apabila diucapkan dengan bertatap muka.

  1. Menghargai Privasi Orang Lain.

Hargai rahasia atau privasi orang lain dengan tidak mengumbarnya di media sosial sekalipun hanya untuk bercanda atau bergurau yang dapat menyebabkan orang lain merasa tersinggung privasinya.

  1. Hindari Sara Dan Pornografi.

Tidak Menuliskan atau berbicara atau menuliskan kalimat yang mengandung unsur Sara (Suku, Agama, Ras Dan Antar Golongan) dan membagikan konten atau berita atau gambar yang mengandung pornografi yang dapat membuat seseorang merasa dihina, dilecehkan dan lain – lain.

  1. Update Status Yang Krusial Dan Hal Pribadi.

Hindari Meng-Update status bersifat privacy diri kita. Misalnya sedang galau, jengkel, sendiri dirumah, sedang mengambil uang di bank. Update status seperti ini berbahaya apabila ada orang yang berniat jahat terhadap kita. Dan untuk hal – hal pribadi sebaiknya tidak diungkapkan lewat sosmed karena hal bukan untuk di komsumsi public.

  1. Mengasut Orang Dan Menebar Kebencian.

Hindari Meng – Udate status atau memberi komentar yang dapat dianggap sebagai hasutan dan menyebarkan kebencian atau permusuhan baik itu kepada seseorang atau kelompok tertentu. Apanila hal demikian terjadi, maka kita dapat dikenakan tindakkan pidana sesuai UU ITE pasal 28 ayat 2 untuk itu marilah dalam kita berinteraksi di dunia maya lewat sosial media ini, hendaklah tetap dalam koridir yang ber etika, sopan dan santun serta arif dan bijak.

Penulis :Yolan
Editor   : Edi
Publish : Tahang



from TRIBRATANEWS POLDA KEPRI https://ift.tt/2NA8PhF
via IFTTT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Reformasi Birokrasi Polri Dalam Bingkai Kemandirian Dan Profesionalitas

Tribratanews.kepri.polri.go.id – Kepolisian Negara Republik Indonesia, telah lahir, tumbuh dan berkembang menjadi organisasi kenegaraan seiring dengan sejarah perjalanan negara Republik Indonesia. Dalam perjalanan sejarahnya, Kepolisian Negara Republik Indonesia telah melalu berbagai macam peristiwa, yang tidak hanya menjadi bagian dari sejarah perjalanan organisasi Kepolisian Negara Republik Indonesia, namun juga menjadi bagian dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia.   Salah satu bagian dari perjalanan sejarah Kepolisian Negara Republik Indonesia tersebut adalah pergantian pucuk pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kapolri, yang disertai dengan berbagai macam gaya kepemimpinan dan kebijakan-kebijakan yang dikemukakan oleh para pemimpin Kepolisian Negara Republik Indonesia tersebut.   Reformasi yang sedang dilakukan oleh bangsa Indonesia mempunyai tujuan untuk mencapai suatu kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat yang berbentuk sebagai masyarakat...

Polda Kepri Selalu Menekan Tindak Pidana Peredaran narkoba di Wilayah Provinsi Kepulauan Riau

Tribratanews.kepri.polri.go.id –  Apa itu Narkoba?  Narkoba adalah obat berbahaya dan telah beredar secara populer di masyarakat, khususnya di kalangan pelajar. Hampir seluruh rakyat Indonesia mengetahui narkoba. Narkoba itu selalu dihindari karena berbahaya dan membuat orang kecanduan. Jika orang telah mengonsumsi narkoba, dan tiba-tiba tidak mengonsumsinya lagi, dia akan merasakan dorongan psikologis yang kuat untuk menkonsumsinya kembali. Terdapat 3 macam narkoba; narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Narkotika akan mengakibatkan perubahan kesadaran, mengurangi dan menghilangkan rasa sakit dan bisa menimbulkan ketergantungan (adiksi). Psikotropika mengubah susunan syaraf pusat sehingga mengganggu mental, dan mengubah perilaku. Zat adiktif berbahaya bagi tubuh karena merupakan zat kimia seperti etanol, inhalansia, tembakau. Peran Polda kepri dalam Memerangi Peredaran Narkoba. Polda Kepulauan riau Selalu melaksanakan sosialisasi, mengadakan pembicaraan tentang b...

Ancaman Pidana Bagi Netizen yang Berkomentar Body Shaming

Tribatanews.kepri.polri.go.id – Apakah komentar netizen yang berbau body shaming dapat dipidana? Apakah bisa dikenakan pasal penghinaan terhadap seseorang? Body shaming  adalah bentuk dari tindakan mengejek/menghina dengan mengomentari fisik (bentuk maupun ukuran tubuh) dan penampilan seseorang. Pada dasarnya penghinaan yang dilakukan melalui media sosial merupakan tindak pidana yang pelakunya dapat dijerat dengan Pasal 27 ayat (3) jo. Pasal 45 ayat (3)  Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana yang telah diubah oleh  Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik . Menjawab pertanyaan Anda, komentar berbau  body shaming  dapat dijerat dengan pasal penghinaan apabila korban merasa terhina dan melakukan aduan serta pelaku memenuhi seluruh unsur pidana dan telah melalui proses peradilan pidana. Apa ancaman pidana bagi pelaku? P...