Langsung ke konten utama

Manfaat Musyawarah, Ciri Ciri, Tujuan dan Tata Cara

Tribratanews.kepri.polri.go.id –  Musyawarah yang dalam bahasa inggris adalah discussion dan juga dalam bahasa Indonesia dikenal dengan Diskusi, merupakan suatu komunikasi yang bertujuan untuk mencari kesimpulan bersama pada suatu bahasan tertentu yang dilakukan dengan cara yang baik. Berbeda dengan Debat yang sering kali dapat memicu kemarahan didalamnya, Musyawarah dilakukan untuk menyelesaikan suatu permasalahan dengan cara yang baik-baik tanpa adanya kekerasan dan bahasa kurang baik atau ucapan menggunakan nada tinggi yang bisa membuat lawan bicara tersinggung. Jalan keluarnya adalah dengan cara melakukan musyawarah untuk mencari mufakat atau persetujuan.

 

Tujuan dari musyawarah adalah untuk menyelaskan suatu permasalahan dengan cara berunding untuk mencapai mufakat atau persetujuan tanpa adanya pihak yang di unggukan. Jadi, menyelesaikan suatu masalah dengan cara musyawarah sangat dianjurkan. Jika permasalahan tersebut tidak bisa diselesaikan atau mengalami kebuntuan dengan cara musyawarah, maka biasanya orang memakai cara Voting atau Pemungutan Suara.

 

Tujuan dan Manfaat Musyawarah :

 

  1. Mencari Sebuah Kebenaran

Dalam setiap musyawarah yang di adakan, pastinya kita akan selalu mencari jalan keluar untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Disini, kita bisa mengeluarkan pendapat dan mencari kebenaran dari masalah yang sedang di perbincangkan setelah mendapatkan hasil akhir.

 

  1. Memecahkan Suatu Permasalahan

Dengan cara musyawarah, kita bisa memecahkan suatu masalah dengan beberapa pendapat orang lain yang akan membantu anda untuk mengungkapkan sebuah kebenaran. Disini, pendapat orang lain harus di hargai dengan bijak supaya tidak ada salah satu pihak yang tersinggung.

 

  • Adanya Kebersamaan

Seorang yang ikut dalam musyawarah paling tidak akan bertemu dengan orang orang yang berbeda karakter satu sama lain. Selain memecahakan permasalahan yang ada, juga mempererat silaturahmi dan memperkuat tali persaudaraan antar sesama anggota musyawarah.

 

  1. Menyatukan Beberapa Pendapat yang Berbeda

Setiap anggota musyawarah pastinya memiliki pendapat mereka sendiri-sendiri dan ada kalanya tidak semua pendapat sama.Namun, pendapat tersebut akan disatukan menjadi sebuah jawaban yang mewakili dari setiap anggota sehingga semua pihak akan setuju dan tidak akan ada yang merasa dibedakan.Disitulah fungsi utama musyawarah berjalan.

 

  1. Berani Mengeluarkan Pendapat

Seorang yang ikut musyawara, harus bisa menyuarakan pendapatnya sendiri dengan beberapa atauran.Beberapa peraturan tersebut wajib diterapkan pada saat musyawarah berlangsung seperti menggunakan bahasa yang sopan dan baku, tidak memihak salah satu anggota, berbicara tanpa adanya emosi yang berlebihan, dan tidak mengeluarkan pendapat yang mengadu domba antar sesama anggota musyawarah.

 

  1. Melatih Mental

Berbicara di depan banyak orang itu tidaklah mudah, bahkan tidak sedikit orang yang tidak berani berbicara didepan umum.Dengan mengikuti musyawarah, diharapkan bisa melatih mental seseorang untuk mengeluarkan pendapatnya tanpa adanya malu yang berlebihan.

 

  • Belajar Menahan Emosi

Dalam setiap musyawarah yang di selenggarakan, ada kalanya kita tidak sependapat dengan orang lain. Dari situlah kita bisa melatih emosi kita untuk berbicara kurang setuju pada anggota yang menyuarakan pendapat. Namun, perlu di ingat bahawa tidak boleh menggunkan bahasa yang sangat kasar ataupun menyindir salah satu pihak.

 

  • Menghargai Pendapat Orang Lain

Mengikuti musyawarah bisa membuat anda menjadi orang yang bisa menghargai pendapat orang lain. Setiap pendapat yang anggota lain lontarkan bisa Anda resapi dan bisa menjadi sebuah pengetahuan yang belum anda ketahui sebelumnya.

 

Semoga bermanfaat.

 

Penulis         : Rexi

Editor           : Edi

Publisher     : Tahang



from TRIBRATANEWS POLDA KEPRI https://ift.tt/2OgBmIp
via IFTTT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Reformasi Birokrasi Polri Dalam Bingkai Kemandirian Dan Profesionalitas

Tribratanews.kepri.polri.go.id – Kepolisian Negara Republik Indonesia, telah lahir, tumbuh dan berkembang menjadi organisasi kenegaraan seiring dengan sejarah perjalanan negara Republik Indonesia. Dalam perjalanan sejarahnya, Kepolisian Negara Republik Indonesia telah melalu berbagai macam peristiwa, yang tidak hanya menjadi bagian dari sejarah perjalanan organisasi Kepolisian Negara Republik Indonesia, namun juga menjadi bagian dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia.   Salah satu bagian dari perjalanan sejarah Kepolisian Negara Republik Indonesia tersebut adalah pergantian pucuk pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kapolri, yang disertai dengan berbagai macam gaya kepemimpinan dan kebijakan-kebijakan yang dikemukakan oleh para pemimpin Kepolisian Negara Republik Indonesia tersebut.   Reformasi yang sedang dilakukan oleh bangsa Indonesia mempunyai tujuan untuk mencapai suatu kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat yang berbentuk sebagai masyarakat...

Polda Kepri Selalu Menekan Tindak Pidana Peredaran narkoba di Wilayah Provinsi Kepulauan Riau

Tribratanews.kepri.polri.go.id –  Apa itu Narkoba?  Narkoba adalah obat berbahaya dan telah beredar secara populer di masyarakat, khususnya di kalangan pelajar. Hampir seluruh rakyat Indonesia mengetahui narkoba. Narkoba itu selalu dihindari karena berbahaya dan membuat orang kecanduan. Jika orang telah mengonsumsi narkoba, dan tiba-tiba tidak mengonsumsinya lagi, dia akan merasakan dorongan psikologis yang kuat untuk menkonsumsinya kembali. Terdapat 3 macam narkoba; narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Narkotika akan mengakibatkan perubahan kesadaran, mengurangi dan menghilangkan rasa sakit dan bisa menimbulkan ketergantungan (adiksi). Psikotropika mengubah susunan syaraf pusat sehingga mengganggu mental, dan mengubah perilaku. Zat adiktif berbahaya bagi tubuh karena merupakan zat kimia seperti etanol, inhalansia, tembakau. Peran Polda kepri dalam Memerangi Peredaran Narkoba. Polda Kepulauan riau Selalu melaksanakan sosialisasi, mengadakan pembicaraan tentang b...

Ancaman Pidana Bagi Netizen yang Berkomentar Body Shaming

Tribatanews.kepri.polri.go.id – Apakah komentar netizen yang berbau body shaming dapat dipidana? Apakah bisa dikenakan pasal penghinaan terhadap seseorang? Body shaming  adalah bentuk dari tindakan mengejek/menghina dengan mengomentari fisik (bentuk maupun ukuran tubuh) dan penampilan seseorang. Pada dasarnya penghinaan yang dilakukan melalui media sosial merupakan tindak pidana yang pelakunya dapat dijerat dengan Pasal 27 ayat (3) jo. Pasal 45 ayat (3)  Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana yang telah diubah oleh  Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik . Menjawab pertanyaan Anda, komentar berbau  body shaming  dapat dijerat dengan pasal penghinaan apabila korban merasa terhina dan melakukan aduan serta pelaku memenuhi seluruh unsur pidana dan telah melalui proses peradilan pidana. Apa ancaman pidana bagi pelaku? P...