Langsung ke konten utama

Penutupan Pelatihan Sertifikasi Pengadaan Barang Jasa T.A. 2018

Tribratanews.kepri.polri.go.id – Wakapolda menghadiri kegiatan penutupan Peserta Pelatihan Perpres No. 16 Tahun 2018 & Ujian Sertifikasi Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah T.A.2018. yang dilaksanakan di Hotel PIH Batam Centre, Kamis (29/11/18).

Baca juga : http://tribratanews.kepri.polri.go.id/2018/11/26/jajaran-polda-kepri-ikuti-sertifikasi-pengadaan-barang-jasa-pemerintah-t-a-2018/

Dalam sambutan Kapolda yang diwakili oleh Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Drs. Yan Fitri Halimansyah, MH. menyampaikan apresiasi Kapolda kepada seluruh peserta pelatihan yang telah berkontribusi dalam mengikuti pelatihan pengadaan barang dan jasa yang diselenggarakan Polda Kepri yang bekerjasama dengan LP2M Batam.

Ia juga menekankan agar seluruh peserta tidak cepat puas terhadap ilmu yang didapat serta diminta agar para peserta dapat memanfaatkan waktu yang tersisa untuk mengulang materi guna menghadapi ujian sertifikasi.

“Untuk para peserta yang lulus sertifikasi tingkat dasar nanti, harus siap untuk dijadikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) disamping tugas pokok yang diemban,” tutur Wakapolda Kepri.

Wakapolda kepri juga menghimbau agar para peserta dapat melaksanakan pengadaan barang/jasa secara transparan, terbuka dan akuntabel, serta mengutamakan pelaksanaan pengadaan secara elektronik Polri yang telah tersedia.



from TRIBRATANEWS POLDA KEPRI https://ift.tt/2reInjY
via IFTTT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Reformasi Birokrasi Polri Dalam Bingkai Kemandirian Dan Profesionalitas

Tribratanews.kepri.polri.go.id – Kepolisian Negara Republik Indonesia, telah lahir, tumbuh dan berkembang menjadi organisasi kenegaraan seiring dengan sejarah perjalanan negara Republik Indonesia. Dalam perjalanan sejarahnya, Kepolisian Negara Republik Indonesia telah melalu berbagai macam peristiwa, yang tidak hanya menjadi bagian dari sejarah perjalanan organisasi Kepolisian Negara Republik Indonesia, namun juga menjadi bagian dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia.   Salah satu bagian dari perjalanan sejarah Kepolisian Negara Republik Indonesia tersebut adalah pergantian pucuk pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kapolri, yang disertai dengan berbagai macam gaya kepemimpinan dan kebijakan-kebijakan yang dikemukakan oleh para pemimpin Kepolisian Negara Republik Indonesia tersebut.   Reformasi yang sedang dilakukan oleh bangsa Indonesia mempunyai tujuan untuk mencapai suatu kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat yang berbentuk sebagai masyarakat...

Polda Kepri Selalu Menekan Tindak Pidana Peredaran narkoba di Wilayah Provinsi Kepulauan Riau

Tribratanews.kepri.polri.go.id –  Apa itu Narkoba?  Narkoba adalah obat berbahaya dan telah beredar secara populer di masyarakat, khususnya di kalangan pelajar. Hampir seluruh rakyat Indonesia mengetahui narkoba. Narkoba itu selalu dihindari karena berbahaya dan membuat orang kecanduan. Jika orang telah mengonsumsi narkoba, dan tiba-tiba tidak mengonsumsinya lagi, dia akan merasakan dorongan psikologis yang kuat untuk menkonsumsinya kembali. Terdapat 3 macam narkoba; narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Narkotika akan mengakibatkan perubahan kesadaran, mengurangi dan menghilangkan rasa sakit dan bisa menimbulkan ketergantungan (adiksi). Psikotropika mengubah susunan syaraf pusat sehingga mengganggu mental, dan mengubah perilaku. Zat adiktif berbahaya bagi tubuh karena merupakan zat kimia seperti etanol, inhalansia, tembakau. Peran Polda kepri dalam Memerangi Peredaran Narkoba. Polda Kepulauan riau Selalu melaksanakan sosialisasi, mengadakan pembicaraan tentang b...

Ancaman Pidana Bagi Netizen yang Berkomentar Body Shaming

Tribatanews.kepri.polri.go.id – Apakah komentar netizen yang berbau body shaming dapat dipidana? Apakah bisa dikenakan pasal penghinaan terhadap seseorang? Body shaming  adalah bentuk dari tindakan mengejek/menghina dengan mengomentari fisik (bentuk maupun ukuran tubuh) dan penampilan seseorang. Pada dasarnya penghinaan yang dilakukan melalui media sosial merupakan tindak pidana yang pelakunya dapat dijerat dengan Pasal 27 ayat (3) jo. Pasal 45 ayat (3)  Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana yang telah diubah oleh  Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik . Menjawab pertanyaan Anda, komentar berbau  body shaming  dapat dijerat dengan pasal penghinaan apabila korban merasa terhina dan melakukan aduan serta pelaku memenuhi seluruh unsur pidana dan telah melalui proses peradilan pidana. Apa ancaman pidana bagi pelaku? P...